Rekomendasi jenama fesyen ramah lingkungan untuk sambut tahun 2022

Jakarta () – Apa resolusi Anda tahun 2022? Akhir tahun adalah waktu yang tepat untuk membuat resolusi baru, menata lagi gaya hidup agar lebih baik, begitu pula menata isi lemari dan pakaian. Mana saja yang masih dan tidak lagi ingin dikenakan?

Tak hanya memilah isi lemari, penting juga untuk berpikir kembali sebelum membeli. Jika Anda memutuskan tahun depan ingin beralih ke produk atau merek pakaian yang ramah lingkungan, dibuat menggunakan material yang alami, tahan lama serta melalui proses produksi yang berkelanjutan, simak beberapa rekomendasi jenama fesyen yang ramah lingkungan.

Rekomendasi ini bisa jadi referensi gaya di tahun 2022 untuk berbagai suasana. Tak hanya ramah lingkungan, produk fesyen ini juga lembut di kulit, punya sirkulasi udara yang baik serta cocok untuk Anda yang tinggal di iklim tropis.

Berikut adalah rekomendasi merek fashion ramah lingkungan, dikutip dari siaran resmi Lenzing, Senin.

SARE/studio
Didirikan pada 2015 oleh Cempaka Asriani dan Putri Andamdewi, SARE/studio menghadirkan busana rumah untuk perempuan, laki-laki, dan anak-anak. Produk SARE/studio bervariasi dari piyama hingga pakaian rumah nan nyaman dan sederhana. Dengan 20 tahun pengalaman di dunia fashion, Cempaka dan Andam mematangkan perspektifnya dalam membangun dan membentuk brand asal Jakarta ini, melahirkan produk yang dapat menemani aktivitas dan keseharian.

Baca juga: Kecintaan Kursein Karzai akan lingkungan di koleksi "Sauve Ma Nature"

SARE (/HO)

Yonivida & This is a love song
Merek pakaian dalam yang diproduksi secara berkelanjutan di Bali ini tidak hanya menggunakan material serat alami, tetapi juga sekaligus memberdayakan komunitas dan masyarakat lokal dalam proses produksinya.

Berawal dari produk kaos sederhana, This is a love song (TIALS) yang telah didirikan sejak 2010 kini memperluas koleksinya hingga ke intimate wear dan body suit. TIALS juga berkomitmen untuk berkontribusi mengurangi jejak emisi karbon di industri fashion dengan menggunakan material yang ramah lingkungan, memanfaatkan kemasan yang dapat didaur ulang, serta mendonasikan satu bibit pohon untuk setiap pembelian produk TIALS.

Yonivida yang pertama kali diperkenalkan pada 2020 di tengah masa pandemi juga memiliki visi untuk menciptakan produk fashion yang berkelanjutan. Yonivida juga berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk proses produksi.

Yonivida (kanan) & This is a love song (/HO)

Baca juga: Prada lihat peluang di sektor pakaian bekas

Alowalo
Bagi Anda yang menyukai gaya santai dan sederhana untuk aktivitas sehari-hari, koleksi basic t-shirts dan loungewear dari Alowalo dapat menjadi pilihan yang tepat. Tersedia untuk pria dan wanita, jenama ini menawarkan beragam pilihan kaos dan loungewear yang dapat dikenakan saat bepergian, jalan-jalan, maupun beraktivitas di rumah.
 

Zalia (/HO)

​​​​​​​Zalia
Diperkenalkan pertama kali pada 2014, Zalia merupakan merek modest fashion yang diinisiasikan oleh platform fashion e-commerce, Zalora. Zalia menawarkan berbagai pilihan pakaian muslim baik untuk pria dan wanita mulai dari pashmina, kaftan, baju koko, dan hijab. Melalui koleksi bertajuk "Earth Edit", Zalia menampilkan koleksi modest fashion yang secara khusus diproduksi menggunakan serat alami dan proses yang ramah lingkungan serta berkelanjutan.

Baca juga: Pandangan Dian Sastro dan Sejauh Mata Memandang tentang "fast fashion"

Baca juga: "Sustainable fashion" warnai potensi industri fesyen muslim Indonesia

Baca juga: Sustainable Muslim Fashion ISEF 2021 dorong kebangkitan fesyen lokal

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © 2021