Adaptasi digital tantangan industri kreatif termasuk fesyen muslim

Jakarta () – Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo mengatakan bahwa tantangan industri kreatif, termasuk fesyen muslim, Indonesia ke depan adalah bagaimana mereka bisa beradaptasi lebih cepat dengan digital.

"Dengan adanya COVID-19 ini, tantangan ke depannya adalah bagaimana industri kreatif termasuk industri fesyen muslim bisa beradaptasi lebih cepat dengan digitalisasi," kata Angela saat menghadiri pembukaan Embrasing Jakarta Muslim Fashion Week 2021, Kamis.

Berdasarkan data, Angela menjelaskan, sepanjang tahun 2020 transaksi perdagangan digital (khusus e-commerce) Indonesia sudah mencapai lebih dari Rp253 triliun dan diperkirakan akan meningkat menjadi Rp330,7 triliun pada 2021.

Dengan beradaptasi cepat dengan dunia digital, peluang pertumbuhan industri kreatif muslim, termasuk fesyen di Indonesia pun terbuka lebar, terlebih Indonesia memiliki populasi muslim yang sangat besar.

Lebih lanjut, Angela mengatakan bahwa saat ini Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar dengan 229 juta jiwa atau 13 persen dari populasi muslim dunia. Selain itu, jumlah generasi milenial dan generasi Z Indonesia juga sudah mencapai 53 persen.

"Dengan populasi muslim yang besar dan muda, peluang terbuka sangat besar untuk pertumbuhan industri kreatif muslim termasuk industri fesyen," katanya menegaskan.

Baca juga: Keberagaman Indonesia jadi fokus Embracing Jakarta Muslim Fashion Week

Oleh sebab itu, Angela memaparkan bahwa penyelenggaraan Embracing Jakarta Muslim Fashion Week 2021 merupakan salah satu langkah nyata yang dilakukan untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat produk-produk halal dunia.

"Ini merupakan langkah yang nyata untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat produk-produk halal dunia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pengembangan industri fesyen muslim dan kosmetika halal di pasar lokal maupun global," kata Angela.

Menurut data dari The State of Global Islamic Economic tahun 2018, Angela mengatakan, Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan industri fesyen muslim terbaik ke-3 di dunia setelah Turki dan Uni Emirat Arab.

"Sebelum pandemi, data dari The State of Global Islamic Economic tahun 2018 telah menunjukkan pertumbuhan industri fesyen muslim di Indonesia terbaik ke-3 di dunia setelah Turki dan UAE dengan konsumsi mencapai 21 miliar dolar AS," demikian Wamenparekraf.

Baca juga: Restu Anggraini terjemahkan pembangunan Jakarta ke dalam fesyen

Baca juga: Nadiem Makarim harap Indonesia jadi trendsetter di fesyen muslim dunia

Baca juga: "Sustainable fashion" warnai potensi industri fesyen muslim Indonesia

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © 2021