Saham Jepang naik-turun ketika investor menunggu data inflasi AS

Dengan ekonomi AS yang tampak lebih lambat dari yang diharapkan dan prospek pertumbuhan China dirusak oleh masalah utang Evergrande, investor beralih ke saham berorientasi permintaan domestik

Tokyo () – Saham-saham Jepang naik turun pada perdagangan Rabu pagi, karena investor dengan cemas menunggu data harga konsumen AS yang akan dirilis hari ini, sementara operator department store J. Front Retailing melonjak karena laba positif dan harapan pembukaan kembali ekonomi.

Indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) melemah 0,12 persen menjadi diperdagangkan di 28.198,12 poin pada pukul 01.45 GMT, sedangkan indeks Topix yang lebih luas kehilangan 0,21 persen menjadi diperdagangkan pada 1.978,56 poin.

Karena data IHK AS yang kuat dapat meningkatkan spekulasi kenaikan suku bunga lebih awal dari perkiraan oleh Federal Reserve, investor keluar dari saham-saham siklikal dengan eksposur global ke saham berorientasi permintaan domestik yang dapat mengambil manfaat dari pembukaan kembali ekonomi.

Perusahaan jasa pengiriman jatuh 2,6 persen, sementara pembuat baja kehilangan 1,7 persen. Saham semi-konduktor juga melemah setelah rekan-rekannya di AS merosot ke posisi terendah 2,5 bulan, dengan Screen Holdings turun 2,7 persen dan Shin-etsu Chemical turun 1,4 persen.

"Dengan ekonomi AS yang tampak lebih lambat dari yang diharapkan dan prospek pertumbuhan China dirusak oleh masalah utang Evergrande, investor beralih ke saham berorientasi permintaan domestik," kata Masayuki Kubota, kepala strategi di Rakuten Securities.

Pembuat film Toho melonjak 5,1 persen setelah melaporkan lonjakan laba berkat pembukaan kembali bioskop dan kesuksesan box-office film animasinya "Belle".

Operator department store J.Front Retailing melonjak 9,4 persen karena kembali ke laba bersih pada kuartal hingga Agustus setelah dua kuartal mengalami kerugian.

Rivalnya, Takashimaya juga naik 1,3 persen bahkan setelah memangkas prospek tahunannya karena permintaan yang lemah.

Shift melambung 12,1 persen setelah perusahaan pengujian perangkat lunak itu melaporkan laba sangat besar.

Di sisi lain, Nippon Paint jatuh 7,9 persen setelah memotong proyeksi labanya karena kenaikan biaya serta penjualan yang lambat ke pembuat mobil, yang memangkas produksi karena kekurangan chip.
 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © 2021