Rupiah menguat seiring data tenaga kerja AS tak sesuai ekspektasi

Reaksi penguatan rupiah ini terlihat efek dari pelemahan dominan dari USD akibat rilis data NFP hari Jumat kemarin yang miss dari ekspektasi, …

Jakarta () – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta menjelang awal pekan menguat seiring data tenaga kerja Amerika Serikat yang tidak sesuai ekspektasi.

Rupiah pagi ini bergerak menguat 21 poin atau 0,14 persen ke posisi Rp14.330 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.351 per dolar AS.

"Reaksi penguatan rupiah ini terlihat efek dari pelemahan dominan dari USD akibat rilis data NFP hari Jumat kemarin yang miss dari ekspektasi, walaupun data lain sektor tenaga kerja yang rilis bersamaan dengan NFP cukup optimis," kata analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Nikolas Prasetia saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Data ketenagakerjaan non pertanian atau Non Farm Payroll (NFP) menunjukkan, terdapat tambahan 199.000 pekerjaan pada Desember 2021, lebih rendah dari proyeksi pasar 422.000 pekerjaan.

Dari reaksi atas data tersebut, lanjut Nikolas, terlihat bahwa pasar mengkhawatirkan adanya efek dari perubahan inflasi pascaperubahan suku bunga apabila tidak diikuti dengan data NFP yang solid.

"Meski demikian, efek koreksi tajam pada USD ini masih perlu diwaspadai karena isu sepanjang tahun 2022 ini di AS adalah harapan kenaikan suku bunga walau adanya lonjakan kasus COVID-19 di AS dan di dunia dalam beberapa hari terakhir," ujar Nikolas.

Baca juga: Dolar menguat di perdagangan Asia jelang data inflasi AS

Sementara itu, jumlah kasus harian COVID-19 di Tanah Air pada Minggu (9/1) kemarin mencapai 529 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 4,27 juta kasus.

Jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 mencapai 2 kasus sehingga totalnya mencapai 144.129 kasus.

Jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 211 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 4,12 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif COVID-19 mencapai 6.108 kasus.

Untuk vaksinasi, jumlah warga yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 170,14 juta orang dan vaksin dosis kedua 116,82 juta orang dari target 208 juta orang yang divaksin.

Nikolas mengatakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp14.300 per dolar AS hingga Rp14.400 per dolar AS.

Pada Jumat (7/1) lalu, rupiah ditutup menguat 40 poin atau 0,28 persen ke posisi Rp14.351 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.391 per dolar AS.
 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © 2022