Pandemi Covid-19, Megawati Sampaikan Belasungkawa Mendalam untuk Nakes yang Wafat

https: img.okezone.com content 2021 01 10 337 2342169 pandemi-covid-19-megawati-sampaikan-belasungkawa-mendalam-untuk-nakes-yang-wafat-620OCwLixQ.jpg

JAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyampaikan belasungkawa atas wafatnya tenaga kesehatan (nakes) yang wafat saat menangani Covid-19. Hal itu disampaikan saat HUT Ke-48 PDIP.

Menurutnya, pandemi Covid-19 seakan memperlihatkan kebenaran hukum evolusi, bahwa pergantian alam atau keadaan, perubahan zaman atau masyarakat, selalu diikuti pergantian cara hidup dan penghidupan. Selalu terdapat pula sisi positif dan kemajuan dari setiap kesukaran.

“Saya menyampaikan bela sungkawa mendalam bagi para tenaga kesehatan yang wafat dalam tugas pengabdian. Mereka terus mengabdikan diri menyelamatkan rakyat,” ujarnya saat peringatan Hari Ulang Tahun ke-47 PDIP melalui keterangan tertulis, Minggu (10/1/2021).

Baca Juga:  PDIP Kedepankan Politik Kehidupan & Peradaban di HUT ke-48

Selain itu, dirinya berterima kasih bagi para pengajar dan pendidik yang terus mengabdikan diri menerangi anak-anak dengan ilmu pengetahuan, meski dengan kendala teknis. Terima kasih pula bagi para petani, nelayan, pekerja di semua sektor dan UMKM yang tidak menyerah, terus berjuang menjaga ekonomi negara tetap berjalan.

“Doa dan perjuangan Ibu bersama kalian,” katanya.

Dalam perjalanan politiknya, Megawati mengatakan, ia tempuh dengan membangun partai politik dari PDI menjadi PDI Perjuangan. Selama perjalanan itu, dirinya tanpa henti senantiasa mengggelorakan semangat dan tenaganya.

“Bendera harus terus kita kibarkan! Kibarkan dengan penuh keyakinan! Kita harus terus bergerak untuk mencapai tujuan, kita pasti akan berhasil sampai tujuan: Indonesia Raya! Indonesia yang sejati-jatinya merdeka!” katanya.

Menurut Megawati, dirinya telah merenung dan mencoba menggali kembali lembar-lembar perjalanan kehidupan politik yang telah ia lewati. Perenungan spiritual itu mengantarkannya pada memori terdalam tentang cita-cita dan gagasan politik seorang lelaki, yang dirinya panggil Bapak.

“Bapak telah menempa saya sejak kecil untuk hidup di jalan pengabdian kepada tanah air dan bangsa. Bapak mengatakan, Saya memohon kepada Allah SWT, tetapkan-lah kecintaanku kepada tanah air dan bangsa, selalu menyala-nyala di dalam saya punya dada, sampai terbawa masuk ke dalam kubur saat Allah memanggilku pulang,” katanya.

Baca Juga:  Tangis Megawati Pecah di HUT Ke-48 PDIP saat Ingat Pesan Bung Karno

Megawati mengaku telah menyampaikan kalimat tersebut tepat di tanggal yang sama, satu tahun lalu. Sebulan kemudian Indonesia dan dunia diguncang oleh virus Covid-19. Dunia dipaksa untuk masuk peradaban baru, yang justru seharusnya membuka mata batin, pikiran, dan jiwa.

“Inilah saatnya kita untuk benar-benar, konsisten, dan sungguh-sungguh menjalankan Pancasila. Pancasila jangan menjadi jargon. Bangsa ini butuh Pancasila diimplementasikan. Saat krisis seperti ini keimanan kita diuji untuk tetap berjuang dengan ikhtiar dan tawakal bagi kemanusiaan, dalam semangat persatuan,” katanya.

“Hidupkan semangat kekeluargaan dan gotong royong, yang dipimpin oleh suatu kebijaksanaan,

yang mengupayakan negara tetap dapat memelihara hidup dan penghidupan, yang sejahtera, tertib dan damai. Suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia!” ujar Mega.

HUT ke-48 PDIP bertema “Mewujudkan Indonesia Berkepribadian Dalam Kebudayaan”. Tema HUT PDIP tersebut dilandasi atas hukum positif yang menjamin keberlangsungan kemajuan ekonomi, kesusilaan, kebudayaan dan pemerintahan yang berjalan diatas kebajikan.

“Dasar dari segala upaya itu adalah keselamatan, kebahagiaan hidup rakyat, serta tetap hidupnya kepribadian bangsa,” kata Megawati.

(Ari)

  • #Corona Virus
  • #Covid-19
  • #HUT Ke-48 PDIP
  • #PDIP
  • #Megawati

Close