Mata uang utama menguat dipicu ekspektasi kebijakan moneter Fed

Tokyo () – Mata uang utama menguat pada level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir, didorong harga bahan baku yang kuat sementara sentimen risiko yang membaik membuat dolar AS kehilangan momentum yang sebelumnya dibangun dari ekspektasi Federal Reserve akan memperketat kebijakan moneter.

Mata uang Sterling pada Kamis, meningkat di tengah menguatnya persepsi bank sentral Inggris (BoE) akan menaikkan suku bunga secepatnya bulan depan untuk mengekang inflasi, meskipun data harga Inggris pada Rabu (20/10/2021) lebih lemah dari perkiraan.

"Tampaknya hampir pasti bahwa BoE akan menaikkan suku bunga pada November, mungkin lagi pada Desember, karena inflasi bisa di luar kendali mengingat kekurangan tenaga kerja yang parah," kata Yukio Ishizuki, ahli strategi senior di Daiwa Securities.

"Secara global kita cenderung melihat kenaikan suku bunga untuk mengekang inflasi di banyak negara, yang berarti dolar AS kurang menonjol dari sebelumnya, dalam hal ekspektasi kenaikan suku bunga."

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, setelah turun 0,3 persen sejauh minggu ini, berada di 93,602, mendekati level terendah sejak akhir September.

Memimpin kenaikan terhadap dolar adalah mata uang komoditas karena harga minyak mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun.

Dolar Kanada mencapai level tertinggi empat bulan di 1,2308 dolar Kanada per dolar AS pada Rabu (20/10/2021) dan terakhir diperdagangkan pada 1,2325 dolar Kanada, juga berkat data inflasi Kanada yang lebih tinggi dari perkiraan.

Dolar Australia juga memperpanjang kenaikannya hingga mencapai tertinggi 3,5 bulan di 0,75225 dolar AS sementara dolar Selandia Baru mencapai tertinggi empat bulan di 0,7208 dolar AS.

Pound Inggris berdiri di 1,3828 dolar AS, hanya berubah sedikit dari tertinggi Selasa (19/10/2021) di 1,3834 dolar AS, level tertinggi dalam lebih dari sebulan. Terhadap euro, sterling mendekati level tertinggi sejak Februari 2020, di 84,26 pence per euro.

Mata uang Inggris mempertahankan momentum karena meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga BoE.

Swap berindeks Inggris semalam memperkirakan sekitar 80 persen peluang kenaikan suku bunga 0,25 persen pada 4 November.

Euro bertahan kuat di 1,1652 dolar AS, tetap dekat dengan puncak tiga minggu Selasa (19/10/2021) di 1,1670 dolar AS.

Sentimen risiko positif membebani yen Jepang, sering dianggap sebagai mata uang safe-haven. Dolar berdiri di 114,39 yen, dekat level tertinggi empat tahun pada Rabu (20/10/2021) di 114,695 yen.

Yen tertekan oleh ekspektasi bahwa defisit perdagangannya bisa melebar karena kenaikan harga minyak mendorong tagihan impornya, sementara ekspor mobilnya terhambat oleh kekurangan chip.

Di mata uang kripto, Bitcoin mencapai rekor tertinggi 67.016 dolar AS, setelah naik hampir 70 persen dari level terendah sebulan yang lalu. Ether naik ke 4.126 dolar AS, mendekati rekor puncaknya di 4.380 dolar AS yang dicapai pada Mei.

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © 2021