JAKARTA – Ihktiar mengembangkan vaksin Covid-19 buatan dalam negeri terus dilakukan. Salah satunya vaksin Merah Putih.

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko, mengatakan, tim LIPI adalah satu dari 6 tim yang mengembangkan vaksin Merah Putih.

“Meski sudah mendatangkan vaksin-vaksin dari luar negeri seperti Sinovac dan Pfizer, Indonesia harus bisa mengembangkan vaksin sendiri agar stoknya tidak cepat habis,” kata Handoko pada program Special Vaksin Day MNC Trijaya, Jumat (9/1/2021).

Baca juga: LIPI Ungkap Mutasi N439K Sebabkan Virus Bisa Hindari Antibodi

Namun ia mengakui, upaya pengembangan vaksin Merah Putih bukan persoalan mudah dan sebentar. Untuk uji klinis pada manusia, kemungkinan baru bisa dimulai awal tahun depan.

Baca juga: Update Vaksinasi di Indonesia 9 April 2021: 9.784.278 Dosis 1 dan 4.943.231 Dosis 2 ” href=”https://nasional.okezone.com/read/2021/04/09/337/2392116/update-vaksinasi-di-indonesia-9-april-2021-9-784-278-dosis-1-dan-4-943-231-dosis-2″>Update Vaksinasi di Indonesia 9 April 2021: 9.784.278 Dosis 1 dan 4.943.231 Dosis 2

“Uji coba klinis pada manusia baru akan dilakukan pada awal 2022. Memang tidak mudah ya, sejujurnya Indonesia belum terlatih dan memiliki alat yang kompeten untuk mengembangkan vaksin. Selama ini kita kan lebih banyak mengimport vaksin, jadi hal ini menjadi tantangan untuk kami,” ujar Handoko.

Ia menambahkan, uji klinis vaksin merah putih akan mengikuti standar WHO dan BPOM. Yakni membandingkan orang yang sudah mendapat vaksin Sinovac, dengan orang yang disuntikan vaksin Merah Putih.

(fkh)

  • #Vaksin Merah Putih
  • #LIPI
  • #Vaksin COVID-19