KKP siapkan SDM unggul selaras kebutuhan industri kelautan perikanan

Pendidikan yang dilakukan BRSDM (Badan Riset dan Sumber Daya Manusia KKP) menggunakan sistem vokasi dengan pendekatan teaching factory, melalui 20 satuan pendidikan,

Jakarta () – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) fokus menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan selaras dengan kebutuhan yang diperlukan oleh dunia usaha industri kelautan dan perikanan nasional.

"Pendidikan yang dilakukan BRSDM (Badan Riset dan Sumber Daya Manusia KKP) menggunakan sistem vokasi dengan pendekatan teaching factory, melalui 20 satuan pendidikan, baik satuan pendidikan tinggi, yaitu Politeknik dan Akademi Komunitas, maupun satuan pendidikan menengah, yaitu Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM)," kata Plt Kepala BRSDM KKP Kusdiantoro dalam siaran pers di Jakarta, Minggu.

Ia mengemukakan, satuan pendidikan tinggi KKP terdiri lain dari Politeknik Ahli Usaha Perikanan Jakarta, Politeknik Kelautan dan Perikanan di Sidoarjo, Bitung, Sorong, Karawang, Bone, Kupang, Dumai, Pangandaran, Jembrana, serta Akademi Komunitas Wakatobi.

Adapun satuan pendidikan menengah terdiri dari SUPM di Ladong (rintisan Politeknik KP Aceh), Pariaman (rintisan Politeknik KP Pariaman), Kotaagung (rintisan Politeknik KP Lampung), Tegal (rintisan Politeknik KP Tegal), Pontianak, Bone, Waiheru (rintisan Politeknik KP Maluku), Sorong, dan Kupang.

Selain pendidikan, BRSDM juga melakukan pelatihan dan penyuluhan sektor kelautan dan perikanan bagi masyarakat. Terdapat enam balai pelatihan KKP, terdiri dari Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) di Medan, Tegal, Banyuwangi, Bitung, dan Ambon, serta Balai Diklat Aparatur Sukamandi.

Selanjutnya, Kusdiantoro menyampaikan dukungan pengembangan SDM untuk mendukung program prioritas yang menjadi terobosan KKP. Untuk mendukung program pertama, yaitu peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak sumber daya perikanan tangkap, BRSDM melakukan pengembangan sistem pelatihan berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia dan standar internasional, seperti International Convention on Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Fishing Vessel Personnel (STCW-F) 1995.

Adapun untuk mendukung program kedua, yaitu pengembangan perikanan budidaya berorientasi ekspor, dilakukan pengembangan pendidikan vokasi kelautan dan perikanan, pengembangan pembelajaran sistem teaching factory, pengembangan pelatihan dan penyuluhan berbasis digital, pengembangan kewirausahaan dan milineal entrepreneur kelautan dan perikanan, serta sertifikasi kompetensi.

Sementara itu untuk mendukung program ketiga, masih menurut dia, yaitu pengembangan kampung-kampung budidaya, dilakukan pembentukan kelompok kelautan dan perikanan mandiri serta pengembangan desa mitra dan desa inovasi.

Kusdiantoro juga menyampaikan generasi muda dapat mempersiapkan diri dengan tekun belajar serta mengembangkan keterampilan dan kapasitas untuk mengisi pembangunan kelautan dan perikanan ke depannya.

"Agar target tahun 2045 bisa terpenuhi maka mahasiswa harus belajar dengan tekun, rajin menyiapkan diri, tidak hanya mengikuti bangku perkuliahan tapi juga harus meningkatkan kapasitas dirinya melalui peningkatan literasi di bidang kelautan dan perikanan. Mahasiswa harus bisa meningkatkan keterampilannya, sehingga bisa mengisi milestone dari pembangunan kelautan dan perikanan di tahun 2021-2045," ucapnya.

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © 2021