Kapolri apresiasi keterisian isoter Bali terbaik secara nasional

Perlu diperbaiki terkait dengan masalah ‘tracing’ serta sinkronisasi data pusat dan daerah

Jakarta () – Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi warga dan Forkopimda Bali atas kepeduliannya untuk menjalani isolasi di fasilitas isolasi terpusat (isoter) sehingga keterisiannya terbaik secara nasional.

"Jumlah masyarakat yang menjalani isoter jauh lebih banyak daripada isolasi mandiri, jadi yang di isoter hampir 60 persen dan isoman 25 persen. Jadi, ini angka isoter terbaik se-Indonesia," kata Sigit dalam keterangan tertulis meninjau langsung lokasi isoter di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur Bali, Minggu.

Sigit berharap kesadaran masyarakat Bali menjalani isolasi di fasilitas isoter dapat menekan laju pertumbuhan COVID-19 sehingga aktivitas perekonomian masyarakat Pulau Dewata dapat pulih kembali.

Namun, Sigit juga memberikan catatan agar dapat diperbaiki oleh Forkopimda Bali, terutama soal sinkronisasi data daerah dan pusat.

"Perlu diperbaiki terkait dengan masalah tracing serta sinkronisasi data pusat dan daerah sehingga kegiatan tracing dan testingnya bisa maksimal," ujar Sigit.

Jenderal bintang empat itu juga mengapresiasi Forkopimda Bali yang telah bekerja keras menekan laju pertumbuhan virus SARS-CoV-2, menyusul turunnya angka kasus positif.

Sigit pun meminta Forkopimda Bali mempertahankan tren positif yang sudah ada terkait dengan akselerasi program Vaksinasi Massal.

"Terima kasih vaksinasi sudah berjalan optimal tinggal sisanya bisa diselesaikan di akhir September. Dengan demikian, dosis dua bisa 100 persen sehingga terjadi kelonggaran dan aktivitas ekonomi akan makin meningkat. Ekonomi Bali kembali makin baik seperti yang harapan masyarakat Bali," ucap Sigit.

Bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Sigit menyempatkan diri untuk menyapa secara langsung pasien COVID-19 yang dirawat di fasilitas isoter.

Sigit pun meminta kepada warga untuk mau membantu mengajak keluarga serta kerabatnya yang terpapar COVID-19 dengan gejala tertentu untuk mau dirawat di fasilitas isoter karena fasilitas dan pengawasan tenaga kesehatan yang bagus.

"Kalau lebih enak dari isolasi mandiri sampaikan ke saudara-saudara kita yang masih di isoman diajak ke isoter semua, biar cepat sembuh," ajak Sigit.

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © 2021