Jenazah Pasien Covid-19 Nyaris Tertukar, Begini Ceritanya

https: img.okezone.com content 2021 01 04 338 2338217 jenazah-pasien-covid-19-nyaris-tertukar-begini-ceritanya-6mOf7QaoED.jpg

BOGOR – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor membenarkan adanya insiden terkait jenazah pasien Covid-19 yang nyaris ‘tertukar’. Pihak rumah sakit juga telah meminta maaf kepada pihak keluarga.

Humas RSUD Kota Bogor Taufik Rahmat mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Rabu 30 Desember 2020. Kala itu, terdapat beberapa pasien positif covid-19 meninggal dunia di ruang isolasi rumah sakit. 

Termasuk di antaranya seorang ibu asal Leuwiliang, Kabupaten Bogor yang mengembuskan napas terakhirnya sekira pukul 00.05 WIB dini hari.

Pada awalnya, keluarga pasien merasa pihak rumah sakit lamban dalam menangani jenazah. Kemudian, dirinya memberikan pemahaman alur penanganan jenazah Covid-19, ditambah kondisi malam itu hanya ada satu petugas yang disiagakan di forensik.

“Jadi harus menunggu pagi. Karena harus menunggu personel yang lain untuk mengangkut jenazah dan petinya. Bukan sengaja dilamain, mekanismenya seperti itu, apalagi karena pasien covid penangannya harus betul, khawatir ada penyebaran,” kata Taufik, dikonfirmasi wartawan, Minggu (3/1/2021).

Setelah diberikan pemahaman, akhirnya keluarga pun mengerti. Namum, belum selesai sampai di situ, pihak keluarga meminta diizinkan melihat secara langsung almarhumah di ruang forensik.

Ketika dilihat, jenazah yang ada di ruang forensik itu bukanlah sang ibu, melainkan seorang pria yang juga meninggal dunia dalam status positif Covid-19.

Baca juga: Waduh, Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Naik 18% dalam Dua Pekan

“Saya dikejar lagi oleh keluarga karena ingin melihat bagian muka jenazah. Setelah dibuka, ternyata bukan keluarganya tapi laki-laki, sementara yang meninggal itu perempuan. Saya konfirmasi ke pemulasaraan apa yang terjadi ternyata ada kesalahan pengambilan jenazah dari ruang isolasi,” ungkap Taufik.

Akhirnya, dilakukan pendampingan oleh pihak rumah sakit kepada keluarga menuju ruang isolasi untuk melihat jenazah sang ibu. Ketika telah dipastikan benar, jenazah langsung dibawa petugas ke ruang forensik untuk dilakukan protokol Covid-19.

“Jenazah dibawa keluar dari ruang isolasi ke instalasi forensik lagi. Sempat dicek dulu oleh keluarga dengan protokol, ternyata benar. Setelah itu saya minta kepada petugas menangani sebaik-baiknya,” jelasnya.

Dirinya lantas mendampingi proses pemulangan jenazah hingga dibawa menggunakan ambulans ke Leuwiliang sekira pukul 09.00 WIB. RSUD Kota Bogor telah meminta maaf kepada keluarga atas insiden tersebut dan semua permasalahan sudah selesai.

“Ini menjadi bahan evaluasi kami juga. Secara pribadi kami mengakui ada layanan yang kurang pas. Saya sampaikan permohonan maaf,” tutup Taufik.

Lihat juga:
Kumpulan Berita Trending dan Viral di Sini
1
2

  • #Virus Corona
  • #Covid-19
  • #Jenazah Pasien COVID-19

Close