Ini Alur Vaksinasi Covid-19 di Kota Bekasi

https: img.okezone.com content 2020 10 22 338 2297513 ini-alur-vaksinasi-covid-19-di-kota-bekasi-hs6rVKuhBB.jpg

BEKASI – Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati mengaku, sudah mendapatkan petunjuk teknis dari Kementerian Kesehatan mengenai alur penyuntikan vaksin virus corona atau Covid-19, yang nantinya akan diberikan kepada masyarakat.

Sejauh ini, diakui Tanti, pihaknya masih melakukan pendataan terhadap warga Kota Bekasi yang akan diberikan vaksin virus corona. Berdasarkan rencana, vaksinasi akan diberikan kepada warga pada Bulan Januari 2021.

“Meskipun begitu kemungkinan-kemungkinan ada perubahan bisa terjadi, dapat disampaikan disini di dalam isi Juknis di mana persiapan untuk melakukan imunisasi Covid-19 ada persyaratan-persyaratan yang kita penuhi,” kata Tanti kepada wartawan, Rabu (21/10/2020).

Baca Juga:  3.356 Warga Bogor Raya Sembuh dari Corona

Salah satu persayaratan yang harus dipenuhi yakni, kata Tanti, pihaknya akan terlebih menentukan sasaran usia yakni dari mulai usia 18 sampai 59 tahun. Setelah pendataan itu selesai, pihaknya akan mulai melakukan proses pemilahan dari skala prioritas penyintikan pada awal tahun 2021 nanti.

“Pelaksanaannya dari nasional dilakukan bulan Januari, itu pun kemungkinan ada perubahan-perubahan, tapi saat ini kami dinformasikannya pada bulan Januari,” ujar dia.

 

Pemerintah Kota Bekasi, lanjut dia, telah mengusulkan sebanyak 480.000 orang, yang akan diberikan vaksin Covid-19. Kemudian, dari 480.000 orang itu akan discreening.

“Itu nanti ada tahapan screening pada 480.000, yang diajukan bisa saja terkurang jumlahnya dari hasil screening tersebut. Dapat saya sampaikan di Juknis terkait sasaran vaksinasi yaitu yang rentan dari 18-59 tahun, yakni tenaga kesehatan dan semua petugas yang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh indonesia,” kata dia.

Kemudian, kata Tanti, ada juga kelompok prioritas lainnya berdasarkan hasil kajian epidemiologi. Dari usia 18 sampai 59 tahun ini bisa saja petugas yang berhadapan langsung dengan masyarakat seperti TNI, Polri, petugas bandara, kereta api, pelabuhan, PLN juga dan petugas lapangan.

“Selain itu, ada kelompok usia produktif. Dan berkontribusi ke sektor perekonomian termasuk pendidikan. Ada juga populasi lainnya, yakni penduduk yang tinggal di tempat berisiko tinggi di kawasan padat penduduk. Ini juga menjadi sasaran vaksin Covid-19,” beber dia.

Baca Juga:  Antisipasi Covid-19 saat Libur Panjang, Kepala Daerah Diminta Kendalikan Tempat Wisata

Berdasarkan data sementara, lanjut Tanti, pihaknya akan memberikan vaksinasi kepada TNI dan Polri sebanayak 1.875 orang, petugas atau pegawai stasiun sebanyak 200 orang, petugas pemadam kebakaran sebanyak 1.000 orang, petugas PLN atau PAM sebanyak 200 orang.

“Kelompok risiko lain usia produktif di sektor perekonomian ada 31.289 orang. Kemudian untuk populasi lain 390.298 yang berisiko tinggi di wilayah padat. Kontak tracing ada 10.000 orang,” ucap Tanti.

Dari kontak tracing, lanjut Tanti ada sebanyak 10.000, untuk administrator sebanyak 23.000 ASN atau non-ASN termasuk camat dan lurah sebanyak 8.167, tokoh masyarakat ada sebanyak 5.600, tokoh agama sebanyak 560.

“Sehingga jumlah keseluruhan ada 480.000 yang sudah diusulkan Kota Bekasi kepada provinsi pada saat nanti pelaksanaan ada beberapa fase pemeriksaan, bisa saja yang lolos sampai imunasiasi jumlahnya sudah berkurang,” ungkap Tanti.

(Ari)

  • #Covid-19
  • #Corona Virus
  • #Vaksin COVID-19
  • #Virus Corona

Close