IHSG terkoreksi ikuti penurunan indeks utama Wall Street

Investor masih menimbang prospek penarikan secara perlahan (tapering) paket stimulus bank sentral dengan risiko yang di hadapi ekonomi dari penyebaran varian delta virus COVID-19.

Jakarta () – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat pagi terkoreksi mengikuti penurunan indeks utama di Wall Street.

IHSG dibuka melemah 9,06 poin atau 0,15 persen ke posisi 6.059,16. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,6 poin atau 0,3 persen ke posisi 869,25.

"Investor masih menimbang prospek penarikan secara perlahan (tapering) paket stimulus bank sentral dengan risiko yang di hadapi ekonomi dari penyebaran varian delta virus COVID-19," tulis Tim Riset Phillip Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta.

Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) surat utang pemerintah AS bertenor 10 tahun turun menjadi 1,3 persen dari 1,33 persen.

Investor merespons rilis data initial jobless claims yang memperlihatkan bahwa jumlah orang yang untuk pertama mencairkan tunjangan pengangguran di AS turun 35.000 klaim menjadi 310.000 klaim untuk minggu yang berakhir 4 September 2021. Angka itu adalah level terendah sejak pertengahan Maret 2020.

Data initial jobless claims tidak hanya mengurangi rasa takut atas perlambatan pemulihan ekonomi tapi juga memicu kekhawatiran bank sentral AS The Federal Reserve akan bergerak lebih cepat dari yang diharapkan dalam menarik kebijakan moneter yang akomodatif.

Baca juga: Saham China dibuka lebih rendah, indeks Shanghai tergerus 0,05 persen

Di pasar komoditas, harga minyak mentah turun setelah China melepas cadangan minyak mentahnya ke pasar untuk menekan lonjakan harga bahan energi. Sementara itu, reli yang menyeluruh di logam dasar (base metal) semakin kuat, terlihat dari harga aluminium yang mencapai level tertinggi dalam 13 tahun dan harga nikel naik ke level tertinggi sejak 2014.

Investor juga mencerna hasil rapat kebijakan bank sentral Eropa (ECB) yang mempertahankan suku bunga acuan di nol persen serta suku bunga fasilitas marginal lending dan suku bunga fasilitas seposit masing-masing di 0,25 persen dan minus 0,5 persen.

ECB juga memutuskan untuk memperlambat program pembelian obligasi pada kuartal IV 2021 dengan cara mengurangi nilai pembelian lebih kecil dari 80 miliar Euro per bulan seperti yang dilakukan ECB dalam dua kuartal terakhir.

Baca juga: Wall Street tergelincir, klaim pengangguran jatuh ke terendah 18 bulan

Selanjutnya, ECB merevisi ke atas proyeksi pertumbuhan tahun 2021 menjadi 5 persen dari sebelumnya 4,6 persen. ECB juga menaikkan ekspektasi inflasi dengan melihat inflasi akan tumbuh 2,2 persen tahun ini sebelum turun menjadi 1,7 persen tahun depan dan 1,5 persen pada 2023, lebih rendah dari target inflasi ECB yang sebesar 2 persen.

Bursa saham regional Asia pagi ini lain indeks Nikkei menguat 261,14 poin atau 0,87 persen ke 30.279,33, indeks Hang Seng naik 399,39 poin atau 1,55 persen ke 26.115,39, dan indeks Straits Times meningkat 12,48 poin atau 0,41 persen ke 3.084,18.
 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © 2021