Emas datar, penguatan dolar dan imbal hasil lawan pembicaraan Ukraina

Bengaluru () – Harga emas datar di perdagangan Asia pada Selasa pagi, karena dolar bertahan pada level tertinggi tiga minggu di sesi sebelumnya dan imbal hasil obligasi lebih tinggi mengimbangi harapan untuk pembicaraan damai Rusia dan Ukraina yang diadakan minggu ini.

Emas spot sedikit berubah diperdagangkan di 1.925,71 dolar AS per ounce pada pukul 01.26 GMT. Sementara itu, emas berjangka AS tergelincir 0,8 persen menjadi diperdagangkan di 1.924,20 dolar AS per ounce.

Indeks dolar bertahan di dekat level tertinggi tiga minggu di sesi sebelumnya, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Imbal hasil acuan obligasi pemerintah AS 10-tahun melayang mendekati level tertinggi tiga tahun, imbal hasil yang lebih tinggi meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Ukraina mengatakan tujuan utamanya pada pembicaraan tatap muka pertama dengan Rusia dalam lebih dari dua minggu, yang dijadwalkan berlangsung di Turki pada Selasa, adalah untuk mengamankan gencatan senjata, meskipun baik Ukraina maupun Amerika Serikat skeptis terhadap terobosan besar.

Impor emas bersih China melalui Hong Kong turun 13,7 persen ke level terendah dalam hampir satu tahun pada Februari, data resmi menunjukkan, karena liburan Tahun Baru Imlek dan harga tinggi mengurangi permintaan.

Pusat keuangan China di Shanghai melaporkan rekor 4.381 kasus COVID-19 tanpa gejala dan 96 kasus bergejala untuk 28 Maret, kata pemerintah kota di akun WeChat resminya.

Sementara itu, dua asosiasi industri emas bekerja sama dengan penambang, penyuling, pedagang dan pengirim untuk membuat database emas dalam upaya untuk mencegah perdagangan logam palsu dan memungkinkan pembeli emas untuk melacak asalnya, kata mereka pada Senin (28/3/2022).

Logam mulia lainnya di pasar spot, perak naik 0,3 persen menjadi menjadi diperdagangkan di 24,92 dolar AS per ounce, platinum turun 0,1 persen menjadi diperdagangkan di 983,50 dolar AS per ounce, dan paladium naik 0,4 persen menjadi diperdagangkan di 2.243,71 dolar AS per ounce.

 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © 2022