TRENGGALEKKrisis air bersih akibat musim kemarau mulai melanda wilayah Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek. Sudah sekitar sepekan ini sebagian warga Desa Besuki dan Desa Banjar mengeluh kekurangan air bersih. 

“Ada dua desa di Kecamatan Panggul. Kondisinya kering,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Trenggalek, Joko Rusianto kepada wartawan, Rabu (2/6/2021).

Kecamatan Panggul merupakan wilayah di Kabupaten Trenggalek paling ujung selatan. Lokasinya berbatasan langsung dengan Kabupaten Pacitan.

Baca juga: Gawat! Jakarta Kekurangan Akses Air Bersih

Di Panggul, sebagian besar wilayah berupa pegunungan berbatu cadas. Hal itu yang membuat sumber air relatif kecil, terutama di Desa Besuki dan Desa Banjar. 

Setiap musim kemarau tiba, warga selalu dihadapkan persoalan krisis air bersih. Sayangnya, Joko lupa berapa kepala keluarga yang mengalami kekurangan air bersih tersebut. 

Menurut Joko, karena kecilnya mata air, solusi permanen seperti membangun pipa saluran air sulit dilakukan. 

“Dibuat perpipaan, sumber air juga tidak ada,” ucapnya.

Solusi yang diambil Pemkab Trenggalek saat ini hanya memberi bantuan air bersih. Air bersih sudah digelontorkan ke Desa Besuki dan Desa Banjar. Pasokan air bersih akan terus diberikan selama krisis berlangsung. 

Sementara itu curah hujan di Trenggalek cenderung rendah. BPBD tengah melakukan pemetaan daerah di luar Panggul yang berpotensi terjadi krisis air bersih. 

“Untuk dua desa di Panggul sudah dikirim bantuan air bersih. Saat ini tengah mendata potensi kekeringan di daerah lain,” ujarnya. 

(qlh)

  • #BPBD Trenggalek
  • #trenggalek
  • #Pacitan
  • #Krisis Air Bersih