Cerita Penyelam TNI AL Penemu Black Box Pesawat Sriwijaya Air SJ-182

https: img.okezone.com content 2021 01 12 337 2343359 cerita-penyelam-tni-al-penemu-black-box-pesawat-sriwijaya-air-sj-182-gX82LvF6Pi.jpg

JAKARTA – Flight Data Recorder (FDR), bagian dari kotak hitam (black box) pesawat Sriwijaya Air SJ-182 ditemukan pada Selasa (12/1/2021) sore, di perairan Kepulauan Seribu. Saat ini tim SAR gabungan akan melanjutkan pencarian bagian lain dari black box, yaitu Cockpit Voice Recorder (CVR) atau perekam suara kokpit.

Terkait temuan itu, tim penyelam Dislambair Koarmada I mengutarakan cerita di balik upaya pencarian yang dilakukan selama empat hari, sejak maskapai penerbangan nasional Sriwijaya Air itu mengalami insiden kecelakaan pada Sabtu, 8 Januari 2021.

Upaya pencarian itu karena FDR dan CVR berisikan rekaman data penerbangan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak. Benda itu dinilai mampu memberikan banyak petunjuk ihwal sebab terjadinya kecelakaan mematikan tersebut.

Mayor Laut Teknik Iwan Kurniawan, sang penemu FDR kotak hitam mengakui bukan lerkara mudah untuk mendapat benda penting dari pesawat itu. Dia bercerita, sebelum menemukan black box, butuh waktu tiga hari untuk menemukan titik koordinat kotak hitam.

Tim mumulai dengan melakukan survei lokasi hingga menentukan titik sasaran dari yang ditargetkan. Penelusuran bawah laut sendiri menggunakan KRI Rigel.

Baca juga: Ini Foto-Foto Penemuan Black Box Sriwijaya Air SJ-182

“Prosesnya dari awal penyelaman sekitar tiga hari, mulai pertama kita survei dulu setelah itu kita lihat titik-titik bongkahan besar. Hari kedua, ketiga kita angkat. Begitu sudah kita angkat semua, harapannya bongkahan besar itu bisa mempermudah pencarian,” kata Iwan, Selasa (12/1/2020).

Tim penyelam Dislambair Koarmada I, ujar Iwan, sejak awal memang difokuskan untuk mencari FDR dan CVR. Melalui KRI Rigel milik Pushidrosal TNI AL yang mampu menangkap sinyal dengan menembakan sonar ke bawah laut, tim berhasil menentukan lokasi. Meski begitu, banyak bongkahan besar di dasar laut membuat tim kesulitan mencari kotak hiam. 

FDR sendiri ditemukan dalam posisi tertimpa bongkahan di dasar laut di perairan Kerulauan Seribu. 

Pencarian terus dilakukan. Tim kemudian membagi tugas dan kembali melakukan survei untuk menentukan sasaran dan target.

“Jadi setelah kita ploting awal lagi baru kita mulai survei lagi, lalu dimana material atau objek yang besar dan berat kalau perlu kita angkat kita angkat,” ujarnya.

1
2

  • #Sriwijaya Air SJ 182
  • #Sriwijaya Air
  • #Black Box
  • #FDR

Close