FLORES TIMUR – “Jackson,” jawab seorang pemuda saat memperkenalkan namanya kepada para wartawan di lokasi bencana alam tanah longsor Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

(Baca juga: Ketika Jokowi Berikan Jaket Merahnya ke Fransiskus Korban Bencana di Lembata NTT)

Pemuda berpostur tegap dan berkulit gelap itu menjadi satu-satunya penduduk di kaki Gunung Ile Boleng yang terpilih oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk diberikan jaket bomber miliknya.

Jaket tersebut sedikit kedodoran di bagian ujung lengan, jaket warna coklat muda polos itu membuat Jackson terlihat gagah.

Jaket itu diberikan langsung oleh Presiden saat meninjau situasi penanganan bencana tanah longsor yang menewaskan 71 penduduk serta lima orang lainnya lenyap pada Minggu 4 April 2021 dini hari.

Beberapa saat setelah Presiden meninggalkan Desa Nelelamadike, giliran Jackson jadi sorotan para pewarta yang penasaran dengan cerita di balik pemberian jaket dari orang nomor satu di Indonesia itu. Wartawan bertanya bagaimana ceritanya sampai dia mendapatkan jaket dari Presiden Jokowi.

(Baca juga: Prabowo Bentuk Pasukan Elite Denwalsus Kemenhan)

Tak banyak pernyataan yang diucap Jackson untuk wartawan. Kepalanya mendongak dengan alis berkerut. Sekuat tenaga dia menahan bulir air agar tidak keluar dari bola matanya yang kian memerah.

Beberapa warga pun merangkul pundak Jackson seraya meminta dia untuk segera menceritakan usahanya membangunkan penduduk Nelelamadike saat lumpur setebal tujuh meter dan bebatuan menghantam kampung.

Jackson bukan bagian dari penduduk Kampung Lamanele di Desa Nelelamadike. Warga setempat menyebutnya penduduk dari desa sebelah. Sudah 22 tahun dia tinggal bersama sang nenek di Pulau Adonara Timur. “Mama saya di Malaysia,” katanya.

Kisah itu dimulai saat penduduk Lamanele sedang tertidur lelap, sesaat setelah mereka disibukkan dengan perayaan Malam Paskah.

Jackson yang kebetulan melintas di lokasi kejadian, menyadari ada sesuatu yang tidak beres saat lumpur merambat cepat hingga ke bagian lutut. Ia tak lantas berlari menyelamatkan diri.

Keputusannya saat itu adalah mendekat ke sebanyak mungkin pintu dan jendela rumah penduduk untuk membangunkan mereka yang sedang tertidur. “Ada yang saya kenal, ada juga yang tidak,” katanya, saat ditanya pintu rumah siapa saja yang dia gedor.

Hanya sedikit orang yang berhasil dia bangunkan saat itu karena lumpur begitu kuat menjerat langkahnya untuk terus bergerak. Mereka yang tetap terlelap, akhirnya meninggal terkubur hidup-hidup.

“Saya membangunkan orang-orang. Ada 13 pintu yang saya gedor malam itu, tapi tidak semuanya sekarang hidup,” tutup Jackson mengakhiri obrolan.

1
2
  • #Banjir Bandang di NTT
  • #Presiden jokowi
  • #Bencana NTT