Bambang Widjajanto sebut Adnan Buyung Nasution lahirkan orang hebat

Jakarta () – Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2011 hingga 2015 Dr Bambang Widjajanto mengatakan kehebatan sosok Adnan Buyung Nasution ialah mampu melahirkan atau berhasil mendidik orang-orang hebat di bidang hukum dan hak asasi manusia.

"Kehebatan seseorang sangat tergantung apakah dia mampu melahirkan orang-orang hebat, Adnan Buyung membuktikan itu," kata Bambang Widjajanto pada kegiatan seri kajian kapita dakwah selekta bertemakan Pergulatan menegakkan hukum dan hak asasi manusia di Jakarta, Senin.

Menurut dia, sosok Adnan Buyung masuk dalam kategori orang hebat karena bisa melahirkan orang hebat lainnya. Sebagai contoh ialah Abdul Rahman Saleh.

Tidak bisa dipungkiri, karir mentereng Abdul Rahman Saleh yang pernah menjadi Hakim Agung pada Mahkamah Agung dan Jaksa Agung periode 2004 hingga 2007, turut serta dipengaruhi oleh campur tangan atau didikan Adnan Buyung.

"Adnan Buyung pernah di kejaksaan tapi hanya di humas. Akan tetapi, ia bisa melahirkan orang hebat seperti Abdul Rahman Saleh," ujar Bambang.

Tidak hanya Abdul Rahman Saleh, Bambang menyebut Artidjo Alkostar hingga Munir Said Thalib seorang tokoh penegakan hak asasi manusia tidak lepas dari "rahim" seorang Adnan Buyung.

Bahkan, sebagian penerima penghargaan Ramon Magsaysay di Tanah Air pernah berguru atau keluar dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). YLBHI sendiri berdiri atas inisiasi Adnan Buyung Nasution.

"Jadi, itulah kehebatan Bang Buyung ia mampu melahirkan pemimpin-pemimpin hebat lainnya," ujar dia.

Salah satu hal yang menarik dari Adnan Buyung ialah beliau selalu berteman dengan anak-anak muda. Di sisi ini, kehebatan Buyung bisa menemukan anak-anak muda yang menjadi sumber pergerakan.

Hingga kini, kata dia, pikiran-pikiran dari sosok Adnan Buyung Nasution selalu dikumandangkan oleh orang banyak.

Salah satu kata-kata Buyung yang fenomenal ialah "sebagai kaum terdidik kita terpanggil mendorong rakyat untuk memiliki kesadaran hukum yang tinggi sehingga hukum bisa menjadi budaya".

Artinya, sambung dia, Buyung tidak hanya sebagai seorang praktisi atau pengacara saja tetapi ia selalu mengasah kepiawaian logika untuk menjelajah ruang yang lebih luas.

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © 2022