JAKARTA – Seorang wanita Arab berhasil menjadi yang pertama dari negaranya yang menaklukkan gunung tertinggi di dunia, Mount Everest. Tak hanya itu, ia juga menjadi orang termuda di Arab yang berani melakukan aksi tersebut.

Wanita tersebut bernama Raha, yang berasal dari Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Di saat para wanita Arab diberi aturan untuk tetap berada di rumah, namun Raha memilih menaklukkan gunung tertinggi di dunia, yang belum pernah dilakukan oleh para wanita di negaranya.

Baca Juga: Film-Film Pemenang Oscar Ini Angkat Tema yang Antimainstream

“Saya ingat ketika pertama kali mulai berbicara kepada orang bahwa saya ingin mendaki, tidak ada yang percaya saya bisa melakukannya. Semuanya memandang negatif, dan ayah saya tidak memberi izin,” terang Raha, seperti dikutip dari Nas Daily, Selasa (27/4).

Meski demikian, Raha akhirnya berhasil meyakinkan sang ayah dengan keputusannya. Jadi Raha mulai mengumpulkan uang dan berlatih untuk menyelesaikan misinya. Ia berjalan dengan jarak yang jauh menggunakan sepatu yang berat. Dia juga membawa tas ransel seberat 25 kilogram dan membuat dirinya semakin kuat setiap hari.

Baca Juga:
  • COVID-19 Telah Mencapai Gunung Everest
  • Setahun Ditutup, Nepal Kembali Buka Gunung Everest untuk Pendaki
  • Berkah Ramadhan, PUAN Berbagi Santunan ke Anak Yatim dan Lansia

“Saya terus melatih tubuh dan mental saya. Sebab, mental yang kuat adalah hal terpenting untuk menyelesaikan misi,” terang Raha.

Pada awalnya, mendaki gunung tertinggi di dunia tidaklah mudah. Anda dapat membayangkan, terutama ketika Anda berasal dari wilayah gurun pasir dan agar menuju puncak, seseorang harus menghadapi badai salju serta suhu yang sangat rendah. Kondisi ini akan membuat seseorang menjadi lemah, sakit, atau bahkan meninggal dunia.

“Kami seharusnya memiliki hari yang fantastis. Tapi seperti yang Anda lihat, ini sangat menyedihkan, mungkin sekira dua malam lagi untuk menunggu cuaca kembali bersahabat,” ujar Raha.

Di saat yang bersamaan tubuh Raha menjadi lemah dan tidak seperti pengalaman yang ia lakukan sebelumnya. Beberapa rekan setim Raha bahkan menyerah dan tidak dapat menyelesaikan misi. Raha pun membutuhkan waktu beberapa hari tanpa sesuatu hal yang mudah seperti air, mandi, dan makanan hangat. Meski demikian, Raha tidak menyerah hingga dia akhirnya mencapai puncak dunia.

Baca Juga: Destinasi Wisata Filipina, Bisa Jadi Pilihan Setelah Pandemi Selesai

“Momen tersebut adalah yang saya inginkan. Betapa kuat kita sebagai manusia. Tetapi di saat bersamaan kami sangat hancur. Dan saya pikir hal ini yang membuat indah,” tambah Raha.

Meski demikian, Raha tidak berhenti sampai di situ sebab ia ingin mendaki lebih banyak gunung sampai empat tahun ke depan. Dia menjadi wanita Arab pertama yang mendaki puncak tertinggi di setiap belahan dunia, bukan hanya Asia.

(tsa)