UI Rancang Aplikasi Deteksi Kegawatdaruratan pada Anak di Masa Pandemi

UI Rancang Aplikasi Deteksi Kegawatdaruratan pada Anak di Masa Pandemi
Neneng Zubaidah

UI Rancang Aplikasi Deteksi Kegawatdaruratan pada Anak di Masa Pandemi
Manajer Riset, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat FIK UI Dessie Wanda merancang purwarupa yang dapat membantu kerja perawat dalam mendeteksi kegawatdaruratan pada anak. Foto/Dok/Humas UI

JAKARTA – Kondisi gawat darurat bisa terjadi kapan saja dan pada siapa saja, tidak terkecuali pada anak. Dalam menghadapi situasi darurat pada anak, terjadi kesulitan menentukan kondisi anak karena biasanya anak belum dapat menyampaikan keluhan yang dirasakan kepada orang tua.

Hingga saat ini, perawat di seluruh Rumah Sakit di Indonesia masih menggunakan metode konvensional (paper-based) untuk mendeteksi kegawatdaruratan pada anak dan membutuhkan waktu > 1 menit. Hal ini tentunya memperlambat kerja perawat dalam mendeteksi kegawatdaruratan pada anak.

Baca juga: Inovasi Terbaru dari ITB, 3 in 1 Face Protector

Berangkat dari kondisi tersebut, Dosen Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) Dessie Wanda dan juga selaku Manajer Riset, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat FIK, bersama tim mencoba merancang purwarupa yang dapat membantu kerja perawat dalam mendeteksi kegawatdaruratan pada anak.

Baca Juga:
  • Ada Penambahan 118 Kasus, Total Positif COVID-19 di DIY Jadi 34.020
  • Gaungkan Bela Negara, Ridwan Kamil Ajak Masyarakat Belanja Produk UMKM Lokal
  • Vaksinasi COVID-19 Tiga Zona Hijau di Bali Hampir Tuntas

Alat ini berupa aplikasi berbasis Android bernama Pediatric Assessment Triangle (PAT) yang dapat mendeteksi kegawatdaruratan pada anak secara cepat dan tepat. Dengan cara mengkaji first impression pada pasien anak agar perawat segera dapat memberikan pertolongan untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih parah hingga kematian.

Menurutnya, deteksi kegawatadaruratan menggunakan PAT dapat dilakukan
Baca juga: Mahasiswa ITB Ini Berbagi Tips Belajar Bahasa Inggris, Korea dan Jerman Secara Otodidak

“PAT baru pertama kali diciptakan di Indonesia bahkan di dunia internasional. Aplikasi ini sudah terdaftar HAKI sehingga dapat digunakan oleh perawat dan tenaga kesehatan lainnya. Saat ini aplikasi ini telah digunakan oleh para perawat dan tenaga kesehatan lainnya di Rumah Sakit dr. Suyoto, Jakarta,” katanya melalui siaran pers.

halaman ke-1
  • 1
  • 2
show all
preload video
Berita Terkait
  • universitas indonesia ui
  • pandemi covid 19
  • dosen ui
  • inovasi perguruan tinggi
  • fakultas ilmu keperawatan fik ui
  • Dua Mantan Menteri Ramaikan UI Charity Golf Tournamen
  • Inovasi Terbaru dari ITB, 3 in 1 Face Protector
  • Wisatawan Domestik Ramai ke Bali, Penumpang Pesawat Melonjak 74%
  • Perlukah Anak Mendapatkan Vaksin Covid-19? Ini Penjelasan CDC!
  • Tekan Covid-19, Satres Narkoba Polres Jakbar Resmikan Kampung Tangguh di Kalideres
  • Prof Haedar Tanggapi Anggapan Shaf Berjarak Sebagai Mazhab WHO
  • Ada Penambahan 118 Kasus, Total Positif COVID-19 di DIY Jadi 34.020
  • Gaungkan Bela Negara, Ridwan Kamil Ajak Masyarakat Belanja Produk UMKM Lokal
  • Vaksinasi COVID-19 Tiga Zona Hijau di Bali Hampir Tuntas
  • Miris, Usaha Angkutan Umum di Semarang Mati Suri
TULIS KOMENTAR ANDA!

Berita Rekomendasi
  • Jenderal TNI Ini Pertaruhkan Nyawa Demi Lindungi Musuh yang Sudah Tak Berdaya
  • Bocah Perempuan di Pademangan Meninggal dengan Alat Kelamin Rusak
  • Asyik Berhubungan Seks di Hotel, 5 Pasangan Bukan Suami Istri Diciduk Petugas Gabungan
  • Souvenir Nikahan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah Elegan Banget, Yuk Intip Isinya!
  • Bikin Macet, Wanita Berbaju Putih Terbaring di Jalan Sambil Pegang Pisau di Tangerang
  • Tabrak Truk dengan Kecepatan Tinggi, Anggota Polres Batubara Tewas
  • Tragis! Wanita Cantik di Batanghari Meregang Nyawa Usai Jadi Korban Tabrak Lari

Close