JAKARTA – Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Satriadi Gunawan menegaskan, dari tahun 2020 ke 2021 terjadi penurunan frekuensi kebakaran.

Baca juga: Terbongkar! Begini Kronologi Kebakaran Kilang Balongan Hasil Investigasi Ombudsman

“Frekuensi kebakaran kita menurun, menurun frekuensi kebakaran, jadi di tahun 2020 itu 31 persen menurun dari tahun sebelumnya. Di tahun 2021 perbandingan dari Januari sampai dengan saat ini tambah turun lagi tuh,” kata Satriadi kepada wartawan, Rabu (14/4/2021).

Ia menambahkan, tak hanya dampak namun jumlah korban jiwanya juga menurun. “Itu harus diapresiasi lah, itu luar biasa, dampaknya kerugiannya lebih turun, korban jiwanya lebih turun,” ucapnya.

Mantan Kasudin Gulkarmat Jakarta Utara itu menjelaskan, sosialisasi yang massif kepada warga merupakan kunci utama turunnya frekuensi kebakaran. Baca juga: Penyidik Polres Depok Periksa Sejumlah Fasilitas Dinas Pemadam Kebakaran

Baca Juga:
  • Viral Dugaan Korupsi Damkar, Begini Kondisi Terkini Markas Pemadam Depok
  • Jakarta Masuk Daftar Kota Termahal Dunia, Ini Sebabnya
  • Bacaan Doa Qunut Witir Lengkap Bacaan Latin dan Artinya

“Upayanya kan kita akan lakukan sosialisasi kepada masuarakat melalui kegiatan woro-woro melalui kegiatan secara masif, melalui pengeras suara masjid dan mushala, kita lakukan tuh sosialisasi. Hampir 2.300 titik sudah kita lakukan sosialisasi melalui pengeras suara, meningkatkan kewaspadaan masyarakat,” ungkapnya.

“Kesadaran masyarakat akan bahaya kebakaaran meningkat, karena di tengah pandemi kita nggak bisa kumpulin orang melakukan sosialisasi. Kita punya inovasi melakukan itu menggunakan pengeras suara, di masjid-masjid. Memang agak tradisional, tapi itu justru dampaknya menurun kebakaran 31 persen itu,” sambungnya.

Namun saat diminta detail data, pihaknya belum menyampaikan. “Nanti angka frekuensi kebakaran grafiknya saya share ya,” tutup Satriadi.

(maf)