Tak Ingin Anak Didiknya Bodoh, Oknum Guru di OKI Pukuli Siswi

OGAN KOMERING ULU Kekerasan di dunia pendidikan kembali terjadi, kali di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tepatnya di SMPN 4 Kayuagung. Oknum guru mata pelajaran Bahasa Inggris berinisial T, diduga memukul siswinya berinisial JH, warga Desa Serigeni Lama, Kecamatan Kayuagung.

Menurut pengakuan siswi Kelas VII tersebut, peristiwa terjadi, Rabu (17/3/2021) pagi, saat itu dia ingin mengumpulkan tugas di dalam ruangan guru. Kemudian bertanya kepada oknum guru itu dimana tempat meletakan tugas, sembari hendak berlari keluar ruangan guna memanggil teman-temannya. Tapi bajunya langsung ditarik oknum guru itu.

Baca juga: OKI Gempar! Hendak Racun Suami Namun Malah Mertua yang Terbunuh

“Sebelum keluar ruangan, baju ditarik Ibu T, kemudian pundak dipukul dan badan saya dibalikan. Kemudian kening aku juga dipukul. Selepas itu aku langsung lari, takut dipukuli lagi,” ungkap JH. Sebelum berlari, terdengar ucapan oknum guru bahwa dirinya tidak ingin siswanya bodoh.

Baca Juga:
  • 2 Bocah Bersama Orangtuanya di Makassar Dianiaya Pasutri Tetangganya
  • Bejat! Oknum Guru SMK di Medan Cabuli dan Setubuhi 2 Anak Kandungnya
  • Dituduh Selingkuh Wanita Seksi Berstatus THL di Rumah Sakit Babak Belur Dianiaya

Kejadian ini membuat korban JH merasa terpukul dan trauma. Dia kemudian pulang sambuil menangis, lantaran merasa sakit akibat pukulan oknum guru dan juga olok-olok dari teman-temannya. Bahkan, ada teman-teman korban membully-nya melalui story pesan Whatsapp “Keno Tabok Hayyu”.

Baca juga: Janda Cantik Meregang Nyawa Dibunuh di Tangan Suami Usai Tolak Rujuk

Supar, orang tua JH, warga Desa Serigeni Lama Kecamatan Kayuagung mengaku berniat menyekolahkan untuk belajar dan bisa pintar, bukan untuk dipukul. Dia pun sangat kecewa dengan tingkah laku salah satu oknum guru di sekolah tersebut.

“Kami bae orang tua tidak pernah memukul anak, kalau anak kami salah, bukan cara kekerasan, bisa dengan diberi penjelasan atau teguran,” terang Supar.

Sementara, Kepala SMPN 4 Kayuagung, Lispatizah mengatakan, pihaknya baru mendapat laporan dan belum memanggil wali murid, sehingga belum mengetahui cerita yang jelas. “Oknum guru yang dimaksud tidak pernah melakukan hal itu, jadi akan kita konfirmasi dulu dengan wali murid dan guru itu. Untuk waktu pertemuan, kami bisanya Senin, kalau besok banyak kegiatan,” katanya melalui telepon selulernya saat dikonfirmasi.

Baca juga: 16 Tahun Hilang saat Tsunami Aceh, Personel Brimob Ini Ditemukan di Rumah Sakit Jiwa

Kasi Tentis Sekolah Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten OKI, Marlian mengatakan, telah berkordinasi dengan pihak sekolah untuk segera menyelesaikan permasalahan itu melalui musyawarah dan sesegera mungkin. “Kita minta besok sudah diselesaikan secara kekeluargaan, dan Kepala SMPN 4 mengaku bersedia,” tandasnya.

(nic)

Close