Sidang Kasus Korupsi Bansos, Kubu Juliari: Keterangan Saksi Tak Konsisten

JAKARTA – Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi anggaran Bantuan Sosial (Bansos) Kementerian Sosial (Kemensos) kembali digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat, Senin 8 Maret 2021 untuk terdakwa Harry Van Sidabuke dan Ardian Iskandar Maddanatja.

Agenda sidang tersebut mendengarkan kembali keterangan lanjutan dari 5 orang saksi yakni Sekjen Kemensos Hartono Laras, Dirjen Linjamsos Pepen Nazaruddin, Sekdir Linjamsos Mokhamad O Royani, Staf Subag Keuangan Robin Saputra, dan Kasubag Sesdirjen Linjamsos Riski Maulana.

Dalam sidang tersebut, terungkap 2 orang dari 5 orang saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yaitu Hartono Laras dan Pepen Nazaruddin tidak konsisten dalam memberi keterangan. Baca juga: Setahun Pandemi Corona, dari Konspirasi dan Musim Cupang hingga Korupsi Bansos

“Hari ini dalam sidang untuk terdakwa Harry Sidabukke dan Ardian Iskandar terlihat dua saksi yang dihadirkan oleh KPK yaitu Hartono Laras dan Pepen Nazaruddin juga tidak konsisten mengenai arahan Mensos, di mana dalam sidang pada tanggal 3 Maret 2021 saksi Hartono Laras dan Pepen Nazaruddin menyampaikan bahwa para saksi sama sekali tidak melakukan konfirmasi kepada Menteri Juliari atas cerita Adi Wahyono mengenai pungutan operasional bansos,” ujar Kuasa Hukum Juliari Batubara, Dion Pongkor dalam keterangannya, Senin 8 Maret 2021.

Baca Juga:
  • Nurhadi Dituntut 12 Tahun Penjara, Dalam Pledoi Pengacara Sebut Jaksa Zalim
  • KPK Kembali Perpanjang Penahanan Eks Mensos Juliari Peter Batubara

Dion menganggap keterangan yang disampaikan Hartono dan Pepen berubah-ubah antara keterangan persidangan 3 Maret 2021 dan 8 Maret 2021. Baca juga: Soroti Wacana Hukuman Mati Korupsi Bansos, Febri Diansyah: Buat Terlihat Tegas?

“Namun, pada sidang hari ini tanggal 8 Maret 2021 saksi Pepen Nazaruddin dan saksi Hartono Laras merubah keterangannya dengan menyatakan mereka telah melakukan konfirmasi kepada Mensos Juliari Natubara setelah mendengar adanya laporan dari Adi Wahyono bahwa menteri mengarahkan untuk melakukan pungutan terhadap Bansos,” kata Dion.

Ketidakkonsistenan dua saksi itu, kata Dion, yang merupakan alat bukti yang digunakan KPK untuk menjerat mensos Juliari Batubara menunjukkan bahwa fakta itu sebenarnya patut diduga tidak terjadi.

“Pasalnya, keterangan mereka berubah-ubah mengenai melakukan konfirmasi kepada Menteri Juliari terkait arahan pungutan operasional bansos,” jelasnya.

Close