Setelah Inggris dan Afsel, Varian Virus COVID-19 Juga Ditemukan di Nigeria

Setelah Inggris dan Afsel, Varian Virus COVID-19 Juga Ditemukan di Nigeria

ADDIS ABABA – Varian baru dari virus Corona baru yang menyebabkan penyakit COVID-19 telah muncul di Nigeria . Hal itu diungkapkan kepala badan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Afrika pada hari Kamis, memperingatkan diperlukan penyelidikan lebih lanjut.

Berita itu muncul setelah Inggris dan Afrika Selatan (Afsel) sama-sama melaporkan varian baru virus SARS-CoV-2 yang tampaknya lebih menular, yang mengarah pada pembatasan perjalanan baru dan gejolak di pasar.

“Itu adalah garis keturunan terpisah dari Inggris dan garis keturunan Afrika Selatan,” jelas John Nkengasong, Direktur CDC Afrika pada konferensi pers secara online dari Addis Ababa.

Baca Juga:
  • Bertambah 7.199, Kini Ada 692.838 Kasus Covid-19 di Indonesia
  • 2 Juta Warga Sumsel Bakal Divaksin COVID-19

“Deteksi varian baru di Nigeria dan Afrika Selatan memicu pertemuan darurat CDC Afrika minggu ini,” kata Nkengasong seperti dikutip dari Reuters, Jumat (25/12/2020).(Baca juga: Tidak Hanya di Inggris, Mutasi Baru COVID-19 Juga Muncul di Afsel )

Berita itu muncul saat kasus COVID-19 melonjak di Nigeria dan Afsel. Dalam sepekan terakhir, kata Nkengasong, Nigeria melaporkan peningkatan kasus sebesar 52% dan Afsel meningkat 40%.

Dia mengatakan tidak ada bukti bahwa varian baru berkontribusi pada peningkatan penularan di Nigeria, tetapi memperingatkan negara itu melakukan pengawasan genom yang lebih sedikit daripada Inggris.

Setelah Inggris dan Afsel, Varian Virus COVID-19 Juga Ditemukan di Nigeria

Close