SLEMAN – Ngabuburit sudah menjadi tradisi menunggu berbuka puasa saat bulan Ramadhan. Beberapa lokasi menjadi tempat favorit untuk ngabuburit.

Satu di antaranya di sepanjang jalan komplek stadion Maguwoharjo, Depok, Sleman. Hal ini seperti yang terlihat Sabtu (17/4/2021) sore pukul 16.00 WiB.

Tepi kanan dan kiri sepanjang jalan baik yang dari arah utara dan timur serta timur depan komplek stadion Maguwoharjo, sudah ramai dengan aktivitas orang yang sedang menata tenda maupun meja, yang akan digunakan untuk menata kuliner.

Setelah siap mereka pun mulai menata kuliner dagangannya.Terutama kuliner khas ramadhan. Seperti es, kolak dan makanan lainnya.

Sementara beberapa orang terlihat sedang berolahraga lari di sepanjang jalan tersebut. Mereka berolahraga sambil menunggu waktu buka puasa di tempat itu.

Baca Juga:
  • Peduli Sesama, Ponpes Waskitho Bagi Takjil ke Warga
  • Kohati PB HMI Bagikan Takjil Gratis Selama 3 Hari untuk Pengguna Jalan di Jakarta
  • 8 Sunnah-sunnah Puasa Ramadhan, Yuk Kita Amalkan!

Inilah yang membedakan tempat ngaburit disini dengan tempat lainnya. Yakni ngabuburit sambil berolahraga.

Untuk menjaga keamanan, terutama dari kerumunan dan penerapan protokol kesehatan (Prokes) COVID-19, beberapa aparat kepolisian berjaga-jaga di depan patung Elang Jawa yang ada depan sisi timur Stadion Maguwoharjo.

Pedagang kuliner ngabuburit komplek stadion Maguwoharjo, Ari, mengatakan lokasi ini memang menjadi tempat ngabuburit yang baru.

Sebab sebelum puasa, biasanya hanya ramai pedagang saat hari minggu. Namun saat puasa setiap sore selalu ramai.

“Tempat ini ramai pengunjung menjelang berbuka puasa, biasanya setelah pukul 17.00 WIB,” tuturnya.

Menurut Ari, untuk tepi jalan sebelah kiri dan kanan utara dan selatan serta timur depan stadion sudah ada yang mengkoordinir, sehingga semua sudah terdata siapa saja yang berjualan di tempat tersebut.

Baca juga: Dilarang Mudik, Perantau Mulai Tinggalkan Yogya Menuju Kampung Halaman

Untuk tempat pun juga tertata sesuai prokes sehingga pedagang satu lainnya jaraknya terjaga dan pembeli tidak berkerumun. “Untuk prokes tetap dilaksanakan,” jelasnya.

Baca juga: Tebing Galian C Setinggi 75 Meter Longsor, 3 Penambang Tewas Tertimbun

Selain menjajakan kuliner, di tempat itu juga ada yang menjajakan pakaian, tas dan masker. Sehingga tidak hanya membeli kuliner namun juga barang lainnya.

“Saya ngabuburit ke sini, karena banyak pilihan kuliner, termasuk ada juga pakaian dan barang lainnya,” ungkap Wahyu, pengunjung tempat itu.

(boy)