Seluruh Kamar Hotel Lokasi KLB Demokrat Ludes Dipesan, Disebut Catut GAMKI

MEDAN – Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Utara, Heri Zulkarnaen Hutajulu mengakui telah mendengar rencana Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar kubu Darmizal Cs. Tetapi dia menyebut kegiatan ini ilegal.

“Saya tidak terima Sumatera Utara dijadikan tempat untuk menyelenggarakan kegiatan ilegal yang melanggar kehormatan dan kedaulatan Partai Demokrat,” tegas Heri.

(Baca: Digelar 5-7 Maret, Begini Penampakan Persiapan KLB Partai Demokrat)

Heri menemukan daftar nama tamu sebuah hotel di Deliserdang. Daftar itu berisi nama-nama mantan kader Partai Demokrat serta Kepala KSP Moeldoko. Ketika ditanyakan, pihak hotel mengatakan seluruh kamar hotel sudah dipesan atas nama Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI).

Baca Juga:
  • Sikap Moeldoko Cari Solusi Nasabah Jiwasraya Diapresiasi
  • Demokrat KBB Dukung Sikap Tegas AHY Pecat Kader yang Terlibat GPK PD

“Tapi Ketua Umum DPP GAMKI Willem Wandik sudah menegaskan bahwa nama organisasinya dicatut dan GAMKI sama sekali tidak terlibat dalam kegiatan KLB ilegal ini,” tukasnya.

(Baca: Akui Diundang KLB Demokrat di Sumut, Ini Alasan Marzuki Alie Hadir)

Penegasan Heri diamini oleh ketua-ketua DPC Partai Demokrat di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara. Ketua DPC Gunung Sitoli Herman Jaya Harefa, misalnya, menolak tegas pelaksanaan KLB illegal, apalagi dilaksanakan di provinsi Sumatera Utara.

“Kami loyal dan setia pada kepemimpinan Ketum AHY dan kepengurusan hasil Kongres V Partai Demokrat, 15 Maret 2020. Saya sendiri ikut aklamasi memilih mas AHY sebagai Ketum karena saya melihat masa depan Partai Demokrat memang cerah ditangan beliau,” sebut Herman.

(muh)

Close