BANDUNG BARAT – Sebanyak 33 karyawan di salah satu objek wisata di Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terkonfirmasi COVID-19 berdasarkan hasil tes PCR.

Diduga kuat mereka terpapar dari siswa SMK dari Indramayu yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di tempat tersebut.

Kepala Puskesmas Jayagiri, Yaniar Ratnadewi mengungkapkan, kasus COVID-19 di objek wisata tersebut diketahui setelah ada salah satu siswa PKL dari Indramayu yang mengeluh sakit flu dan berobat ke Puskesmas Jayagiri pada tanggal 16 April 2021.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan guna memastikan kondisinya, kepada siswa tersebut lalu dilakukan swab test.

Ternyata hasilnya siswa itu terindikasi positif COVID-19 sehingga dilakukan traking kepada kontak erat.

Baca Juga:
  • Cerita Penggali Kubur di India: Setahun Tidak Libur, Kerja Shift 24 Jam
  • Cegah Mutasi COVID-19, Pemakian Masker SNI Harus Digencarkan
  • Doa Agar Amal Ibadah Diterima Allah SWT

“Berobatnya tanggal 16 April lalu di swab test, kemudian hasilnya keluar tanggal 21 April dan diketahui positif COVID-19,” ucapnya saat dikonfirmasi, Sabtu (1/5/2021).

Berdasarkan traking, ada 18 siswa PKL semuanya dari Indramayu yang ngontrak di rumah penduduk bersama siswa yang terlebih dahulu positif COVID-19.

Kemudian tanggal 23 April dilakukan swab test ke-13 siswa yang masih ada di tempat kos, karena 5 siswa lainnya sudah dijemput orang tuanya dari Indramayu.

“Hasilnya dari 13 siswa yang di swab test, 12 di antaranya positif COVID-19. Tapi tanpa sepengetahuan kami (puskesmas), mereka telah pulang ke Indramayu,” tuturnya.

Baca juga: Banyak Kendaraan Plat B dan D, saat Diberhentikan Petugas Mengaku Warga Kuningan

Berdasarkan kondisi tersebut, pada tanggal 26 April dilakukan pemeriksaan swab PCR kepada pegawai objek wisata itu dan 30 siswa PKL lainnya.

Baca juga: Berburu Cendol Elizabeth, Sajian Berbuka Legendaris yang Menyegarkan

Tiga hari berselang hasilnya keluar dimana ada 33 karyawan dan 5 siswa PKL positif COVID-19.

“Jadi totalnya untuk karyawan di sana 33 yang positif. Sementara siswa PKL, dengan yang kasus yang pertama muncul ada 18. Sebagian besar sudah pulang ke Indramayu karena dijemput keluarga,” kata dia sambil menyebutkan belum mengetahui dari mana awalnya siswa PKL bisa terpapar.

(boy)