Saham Twitter Turun 7% setelah Suspend Akun Presiden Trump

Saham Twitter Turun 7% setelah Suspend Akun Presiden Trump

NEW YORK – Saham Twitter Inc merosot 7% pada Senin (11/1), menghapus sekitar USD2,5 miliar dari nilai pasar perusahaan media sosial tersebut.

Penurunan harga saham itu setelah Twitter secara permanen menangguhkan (suspend) akun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Penurunan terjadi ketika beberapa tokoh Partai Republik mengecam kebijakan Twitter yang menangguhkan salah satu akun yang paling banyak dilihat orang.

Para trader juga menunjuk ke tanda-tanda masalah itu semakin memicu seruan untuk regulasi yang lebih besar terhadap Big Tech. (Baca Juga: Akun Twitter Disuspend, Trump Gunakan Akun @POTUS; ‘Kami Tak Bisa Dibungkam!’)

Baca Juga:
  • Warganet Saling Bagikan Memori tentang Kapten Afwan Pilot Sriwijaya Air yang Alim
  • Pukul KO Campbell, Eh, Ryan Garcia Mendadak Umumkan Pensiun

Akun Trump memiliki lebih dari 88 juta follower dan telah di-retweet miliaran kali. (Lihat Infografis: Deretan Tragedi Kecelakaan Pesawat Paling Mengerikan)

“Trump memiliki pengikut yang sangat tinggi dan setia serta banyak dari mereka akan hilang jika Trump secara permanen dilarang untuk memposting,” ungkap Andrea Cicione, kepala strategi di broker TS Lombard. (Lihat Video: PPKM Berlaku Hari Ini, Suasana di Stasiun Pasar Senen Sepi)

Platform media sosial lainnya, termasuk Facebook Inc, dengan cepat mengeluarkan larangan serupa terhadap Trump setelah kekerasan di Capitol Hill.

Close