Respon Sikap Muhammadiyah ke BSI, Anggota DPR: Yang Dibutuhkan Kontribusi Pemikiran

Respon Sikap Muhammadiyah ke BSI, Anggota DPR: Yang Dibutuhkan Kontribusi Pemikiran

JAKARTA – Anggota Komisi XI DPR RI Muhidin M. Said turut mengkritisi soal wacana PP Muhammadiyah yang akan melakukan penarikan dana dari Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai hasil merger 3 Bank BUMN Syariah. Menurut dia saat ini bangsa Indonesia sudah menghadapi permasalahan yang serius akibat pandemi covid-19.

(Baca Juga: Sejalan dengan Muhammadiyah, Bank Syariah Indonesia Ingin Majukan UMKM )

Sehingga semua pihak harus bersatu saat ini mendukung strategi yang dilakukan Pemerintah. Tujuannya agar Indonesia bisa lebih duluan pulih dan membangun perekonomian dibandingkan negara lainnya.

“Yang dibutuhkan saat ini adalah bagaimana kita memberi kontribusi pemikiran yang dihadapi bangsa yaitu pandemi Covid-19. Kebijakan PEN harus didukung sepenuhnya agar kita bisa keluar lebih awal dari masalah ini. Tentunya dengan semangat persatuan dan memperkokoh NKRI,” ujar Muhidin di Jakarta, Sabtu (2/1/2020).

Baca Juga:
  • Merger Bank Syariah BUMN Diharapkan Bisa Bersaing dengan Malaysia
  • Bukan Saja Tolak Jabatan, Muhammadiyah Konsisten Kritisi Pemerintah

(Baca Juga: 10 Usulan buat Bank Syariah Indonesia demi Kemaslahatan Umat )

Dia menekankan, strategi merger Bank Syariah BUMN yang direncanakan Pemerintah melalui penggabungan semua Bank Syariah menjadi satu ditujukan agar lebih kredibel serta mengakumulasi modal yang cukup untuk bisa go Internasional. “Menurut pandangan saya rencana itu jauh lebih baik dan kami beri apresiasi,” ujarnya.

Lebih lanjut dia juga meragukan bila PP Muhammadiyah merencanakan akan menarik dananya dari bank syariah hasil merger. Karena hal tersebut tentu tidak akan mudah bila ingin langsung menarik dana sekaligus. “Saya kira tidak semudah itu. Dalam hal izinnya harus kita tanyakan dulu sama OJK,” terangnya.

(akr)

Close