WASHINGTON – Seorang playboy Amerika Serikat (AS) yang berada di balik pemotretan telanjang 20 model wanita di balkon gedung pencakar langit di Dubai April lalu kini menjual video rekaman tersebut.

Playboy bernama Vitaliy Grechin, 41, itu mengadakan lelang online untuk menjual rekaman video yang dia klaim eksklusif. Dia menawarkan hak untuk memiliki rekaman video itu kepada penawar tertinggi.

Baca juga: Mejeng Telanjang Siang Bolong, Sekelompok Wanita Ditangkap di Dubai

Baca Juga:
  • Drone Dipasangi Mainan Seks Serbu Kampanye Calon Wali Kota di AS
  • Kapal Perang Iran Dilaporkan Menuju Venezuela, AS Keluarkan Peringatan Keras

Ke-20 model cantik, yang sebagian dari mereka mengaku dijebak, berasal dari Ukraina dan Rusia.

Grechin yang dikenal sebagai pengusaha itu, bersama dengan 13 peserta wanita, awalnya ditangkap karena melanggar norma kesopanan publik setelah gambar dari pemotretannya menjadi viral.

Grechin adalah orang terakhir yang dibebaskan dari penjara di Dubai setelah 22 hari di penjara dan 15 hari di dalam fasilitas isolasi COVID-19 setelah dia diduga positif terinfeksi virus itu saat berada dalam tahanan.

Sekarang, pengusaha yang merupakan donor untuk mantan presiden AS Barack Obama tersebut, mengatakan dia menguangkan skandal pemotretan itu untuk menutup denda yang dia sebut “terlalu tinggi” dan biaya hukum yang dibayarkan untuk membebaskan kelompok pemotretannya yang bisa mencapai setengah juta dollar Amerika.

“Video ini ditawarkan, bersama dengan acara dua hari khusus dengan model ‘Butt Squad‘, kepada penawar tertinggi,” katanya.

“Video ini belum pernah dipublikasikan sehingga hanya dilihat oleh pemilik saat ini,” ujarnya.

“Sekarang akan dimiliki dan dilihat secara eksklusif oleh pemenang lelang, yang dapat menggunakannya, mendistribusikannya, atau menjualnya sesuai keinginan mereka,” papar Grechin seperti dikutip dari The Sun, Jumat (4/6/2021).

Rekaman itu diyakini diambil oleh salah satu wanita yang melarikan diri dari Dubai sementara yang lain ditangkap dan ditahan.

Semua peserta yang terlibat telah disebut model, tetapi Grechin yang berbasis di Kiev, Ukraina, mengatakan bahwa semua adalah temannya dan mengungkapkan bahwa mereka termasuk seorang bankir, guru sekolah, serta bintang catwalk yang telah muncul di Vogue.

Baca juga: Permohonan Suaka Ditolak, Pria Murtad Ini Bakar Al-Qur’an di Swedia