JAKARTA – Permintaah daging sapi asal Australia untuk bulan Ramadan tahun ini diperkirakan terus meningkat dibandingkan tahun lalu. Untuk itu pihak asosiasi produsen daging Australia, Meat and Livestock Australia (MLA), berupaya melakukan sosialisasi dengan menggandeng jaringan Ranch Market milik PT Supra Boga Lestari Tbk.

Business Development Manager Meat and Livestock Australia (MLA) Haryanto mengatakan pihaknya optimistis permintaan daging sapi Australia akan naik dibandingkan awal pandemi tahun lalu. Walaupun mayoritas penjualan masih mengandalkan pasar Jabodetabek, tapi dengan layanan digital akan membantu pemesanan secara online dan diantar ke rumah.

Baca Juga : Impor Makanan Kesukaan Nabi Muhammad SAW Tembus Rp239 Miliar

“Terlebih lagi daging Australia telah disertifikasi halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), sehingga halal untuk dikonsumsi masyarakat khususnya umat muslim karena disembelih sesuai syariat Islam. Ini akan disukai masyarakat kita,” kata Haryanto dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (16/4/2021).

Ia menjelaskan, tiap tahunnya Australia mengirim 40.000 hingga 50.000 ton daging merah ke Indonesia. Tingkat konsumsi daging masyarakat Indonesia yang baru 2,3 per kapita pertahun relatif masih rendah dan diyakini masih terus bertambah di tahun mendatang.

Baca Juga:
  • Australia Tunjuk Dubes Baru untuk Indonesia
  • Teroris Pembantai 51 Muslim di Masjid Christchurch Gugat Kondisi Penjaranya
  • Ramadhan, Momentum Menundukkan Nafsu dan Menghidupkan Al-Qur’an

Dia mengatakan pihaknya akan terus melakukan edukasi keunggulan daging sapi Australia di bulan Ramadan ini. Hal ini termasuk cara memasak daging sapi dengan lebih simpel dan sehat. “Masih banyak yang malas ribet masak daging karena mikirnya harus jadi rendang atau slow cook. Sebenarnya bila dimasak tidak terlalu lama justru lebih sehat. Resepnya juga simpel jadi gampang buat menu sahur,” jelasnya.

Haryanto juga menambahkan umat muslim tidak hanya membutuhkan asupan vitamin dan karbohidrat di saat puasa, namun juga asupan protein. Khususnya dari daging sapi yang termasuk protein hewani. “Asupan daging dibutuhkan untuk pertumbuhan badan dan meningkatkan imunitas. Ini penting guna melindungi dari penyakit di masa pandemi ini,” tambahnya.

Menurutnya masyarakat Indonesia saat ini sudah punya kesadaran tentang daging sapi yang berkualitas, yang rendah lemak, namun tinggi kandungan protein. Termasuk juga memiliki zat besi dan zinc, yang penting dalam membentuk imunitas. “Semua nutrisi itu bisa diperoleh dari daging sapi asal Australia yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia,” katanya.

Dia menambahkan ada beberapa faktor keunggulan daging sapi Australia, salah satunya karena dibiakkan di tempat yang ideal. Lokasinya memiliki iklim, cuaca, dan kondisi yang cocok untuk sapi. Terlebih dengan banyaknya pakan rumput. Sehingga daging yang dihasilkan menjadi lebih lembut dan bebas dari zat adiktif dan hormon artifisial.

Baca Juga : Harga Daging Sapi hingga Telur Ayam Menanjak Jelang Ramadan

Berikutnya adalah daging asal Australia diproduksi dengan sistem dan standar keamanan pangan yang ketat untuk memastikan kualitasnya. Sistem Identifikasi Ternak Nasional (NLIS) yang digunakan di Australia sangat bermanfaat sebagai identifikasi dan pelacakan untuk menjaga keamanan hayati. “Tujuannya untuk menjamin keamanan pangan, integritas produk, serta untuk akses pasar,” paparnya.

Pada momen Ramadhan, MLA akan memperkenalkan manfaat dan keutamaan daging sapi Australia. MLA menggelar kampanye Ramadhan Beef Up atau Beef up your Ramadhan. Lewat akun Instagram dan YouTube akan diberikan edukasi terkait daging sapi Australia. Khusus untuk akun YouTube ‘True Aussie Indonesia Official’ juga akan menyebarkan inspirasi berbagai resep kuliner Ramadhan yang menarik.

Tidak hanya itu MLA juga bersinergi dengan jaringan ritel Ranch Market and The Gourmet agar masyarakat Indonesia lebih mudah mendapatkan daging asal Australia.

(dar)