Pentagon Takut AS Akan Kalah Lebih Cepat dalam Konflik dengan China

WASHINGTON – Perencana Pentagon yang mensimulasikan skenario untuk potensi perang besar berikutnya dengan China telah mengamati tren yang mengkhawatirkan dalam beberapa tahun terakhir. Dia menemukan bahwa kemampuan militer Beijing telah melampaui kemampuan Washington hingga pada titik di mana Amerika Serikat (AS) akan “kalah lebih cepat” dalam setiap konfrontasi militer besar-besaran.

“Lebih dari satu dekade yang lalu, latihan perang kami menunjukkan bahwa China melakukan pekerjaan yang baik dalam berinvestasi pada kemampuan militer yang akan membuat model perang ekspedisi pilihan kami, di mana kami mendorong pasukan ke depan dan beroperasi di pangkalan dan tempat perlindungan yang relatif aman, semakin sulit,” kata Letnan Jenderal Angkatan Udara S. Clinton Hinote, yang menjabat sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Udara untuk Strategi, Integrasi, dan Persyaratan, kepada Yahoo News, Kamis (11/3/2021).

Baca juga: Inggris Batal Beli 90 Jet Tempur Siluman F-35, Ini Alasannya

Perwira tersebut mengindikasikan bahwa pada tahun 2018, PLA telah datang ke medan peluru kendali (rudal) anti-udara dan surface-to-surface yang dipandu dengan presisi, kapal perang dan konstelasi navigasi berbasis ruang angkasa dan menargetkan satelit dengan kuantitas dan kualitas yang cukup untuk menantang hegemoni militer AS.

Baca Juga:
  • AS Bantah Setuju Cairkan Uang Iran di Berbagai Negara
  • AS Sanksi Anak Pemimpin Junta Myanmar dan Perusahaannya
  • Soal Kesepakatan Nuklir, AS Tidak Terburu-buru, Tunggu Pemilu Iran

“Pada saat itu, tren latihan perang kami tidak hanya kalah, tetapi kami kalah lebih cepat,” kata Hinote.

”Setelah latihn perang 2018, saya ingat dengan jelas salah satu guru latihan perang kami berdiri di depan Sekretaris Angkatan Udara dan Kepala Staf, dan memberi tahu mereka bahwa kami tidak boleh memainkan skenario latihan perang ini [serangan China terhadap Taiwan] lagi, karena kami tahu apa yang akan terjadi,” paparnya.

“Jika militer AS tidak mengubah arah dalam perencanaan dan prioritas pembelanjaannya, kami akan kalah dengan cepat,” ujar perwira tersebut. “Dalam hal ini, seorang presiden Amerika kemungkinan besar akan dihadapkan dengan hampir semua hal yang harus dilakukan.”

Tahun lalu, laporan Departemen Pertahanan mengungkapkan bahwa Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) telah melampaui militer Amerka dalam jumlah kapal perang dan sistem pertahanan udara. Menurut laporan itu, China berada di jalur yang baik untuk mencapai tujuannya pada tahun 2049 guna menciptakan militer pada pertengahan abad yang setara dengan—atau dalam beberapa kasus lebih unggul dari—militer AS.

Close