JAKARTA – Negara diharapkan segera mengambil tindakan tegas kepada Pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, Ali Kalora. Keberadaan Ali Kalora cs sudah sangat meresahkan masyarakat.

Kelompok Ali Kalora pernah melakukan pembunuhan sadis di empat warga desa di wilayah itu. Setelah kejadian itu, warga merasa trauma dan ketakutan.

Baca juga: Pemerintah Klaim Kelompok MIT Pimpinan Ali Kalora Sudah Terdesak

Pengamat Rumah Politik Indonesia Pengamatan Luar Negeri Gerry Hukubun mengatakan, Poso selalu indentik dengan kegiatan terorisme sejak zaman Santoso, Daeng Koro, dan sekarang Ali Kalora cs.

Baca Juga:
  • Resmi Ditahan, Munarman Kini Sudah Boleh Dikunjungi Kuasa Hukum
  • Polri Resmi Tahan Munarman terkait Kasus Dugaan Terorisme

“Informasi terakhir bahwa kelompok Ali Kalora ini tinggal 9 orang, yang artinya bukan hal yang sulit untuk segera menyelesaikan permasalahan ini,” ujar Gerry dalam keterangannya, Kamis (3/6/2021).

Menurut Gerry, hidup di zaman yang modern bisa melihat orang luar negeri secara langsung. Teknologi yang mendukung seperti google live, satelit, dan bahkan metal detektor dan masih banyak lagi sebetulnya.

Baca juga: Polri Beberkan Tantangan Mengejar Kelompok Teroris Ali Kalora

“Jika hanya ukuran Ali Kalora cs, saya rasa bukan hal yang sulit untuk diselesaikan negara sebesar Indonesia ini,” katanya.

Jika pertimbangannya HAM, maka nanti akan banyak lagi masyarakat yang tidak berdosa serta aparat yang menjadi korban. Sehingga, menurut dia, sudah waktunya Presiden Jokowi mengambil tindakan tegas dan jangan sekadar mengutuk dan memberikan pernyataan-pernyataan terhadap kejadian di Poso.

“Semoga Presiden Jokowi segera dalam waktu dekat mengambil tindakan tegas terhadap masalah tersebut, karena yang selalu jadi korban adalah keluarga saudara kita sendiri sebangsa dan setanah air,” tutup Gerry.

(thm)