Pemkab Banyuasin Genjot Sektor Pertanian, Perikanan, dan Peternakan

JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), menggencarkan pembangunan infrastruktur berupa jalan , jembatan, dan dermaga, untuk menghubungkan wilayah daratan dan perairan. Langkah ini untuk menggerakkan perekonomian masyarakat baik di desa maupun wilayah perkotaan.

Bupati Banyuasin Askolani menceritakan alasan kenapa dirinya fokus pada infrastruktur karena jarak tempuh dari desa ke kecamatan bisa 3-4 jam. Bahkan, ada perjalanan dari satu desa ke pusat kota Banyuasin bisa memakan waktu satu hari. Baca juga: Hasil Visum Korban Tewas di Ogan Ilir, Ditemukan Banyak Bekas Luka Benda Tajam

“Kami ingin mengintegrasikan 21 kecamatan ke (pusat) kota Banyuasin. Ini bukan pekerjaan gampang. Namun, kami punya tekad harus tersambung. Ada 11 kecamatan tidak bisa ditempuh lewat darat. Harus menggunakan speed boat,” ujarnya dalam acara Indonesia Visionary Leader (IV), Selasa (9/3/2021).

Askolani menuturkan dari 11 kecamatan itu, tinggal 4 kecamatan yang belum terintegrasi. Hambatannya, ada sungai besar. Pemkab Banyuasin akan membangun dermaga penyeberangan. Targetnya, pembangunan selesai 2022.“Ini potensinya luar biasa, (menghidupkan) bidang ekonomi, pertanian, dan pendidikan. Ini mendekatkan jarak tempuh masyarakat (desa) dengan kecamatan. (pembangunan) Dengan skema APBD Kabupaten, Provinsi, dan Pemerintah Pusat,” jelasnya.

Baca Juga:
  • Gubernur Kalteng : Jalan Provinsi di Kabupaten Seruyan Akan Selesai Akhir 2023
  • Erick Thohir Akan Bangun Infrastruktur Kelautan dari Bali hingga Raja Ampat

Semua pembangunan ini bukan berarti berjalan lancar apalagi pandemi COVID-19 melanda Indonesia sejak tahun lalu. Askolani mengakui perekonomian masyarakatnya cukup terdampak. Baca juga: Niat Bunuh Suami, Mertua yang Mati, Selengkapnya di Realita Selasa Pukul 15.00 WIB

Pemkab Banyuasin harus kehilangan anggaran sebesar Rp400 miliar dari pemerintah pusat karena adanya refocusing dan realokasi. Dia mengungkapkan harus melakukan pinjaman daerah sekitar Rp300 miliar dan mengumpulkan dana corporate social responsibility (CSR) dari seluruh perusahaan di Banyuasin.

Dana CSR yang terkumpul mencapai Rp91 miliar. Dengan dana itu, Pemkab Banyuasin bisa tetap membangun infrastruktur. Pandemi COVID-19 membuat banyak masyarakat kehilangan pekerjaan. Pemkab Banyuasin langsung menggenjot sektor perkebunan, peternakan, perikanan, dan pertanian. Masyarakat sekarang banyak yang menanam sayur-mayur.

“Mereka tidak perlu kemana-mana untuk bekerja. Yang menganggur menanam sayur. Sebagian punya jiwa entrepreneur, yang tadinya hanya untuk kebutuhan keluarga. Sekarang mereka ke pasar menjual bebek, sayur, dan padi,” pungkasnya.

(don)

Close