BAGHDAD – Surat kabar milik negara Irak mengusulkan Pelabuhan Al-Faw Grand sebagai alternatif dari Terusan Suez.

Surat kabar Al-Sabah mengatakan Al-Faw, di selatan kota Basra itu akan mengizinkan kapal yang datang untuk dibongkar muatannya dan kemudian kontainer diangkut melalui jalur darat ke laut di bagian barat.

Pergerakan barang antara Asia dan Eropa sempat terganggu selama enam hari setelah kapal kargo raksasa Ever Given kandas di Terusan Suez pada 23 Maret lalu.

Baca juga: Lagi, Kapal Kandas Bikin Terusan Suez Tersumbat

Baca Juga:
  • Klaim Kompensasi Bisa Lampaui Rp14 T, Kapal Ever Given Masih Ditahan
  • Diduga Suap Petugas Pelabuhan Soal Rapid Test, Seorang Penumpang Kapal Membantah
  • Kapten Cantik Mesir Difitnah sebagai Penyebab Terblokirnya Terusan Suez

“Pelabuhan Al-Faw mampu menerima 100 juta ton kargo setiap tahun dan dapat digunakan sebagai alternatif kapal tanker. Ini adalah rute terbaik antara Samudra Hindia dan Laut Mediterania,” papar laporan surat kabar Irak tersebut.

Baca juga: Yordania Larang Media Laporkan Kasus Pangeran Hamzah Seiring Investigasi

Surat kabar itu menambahkan, “Pengiriman akan memakan waktu satu hari dari kanal Al-Faw ke pelabuhan Aqaba di Laut Merah atau pelabuhan Suriah dan Lebanon di Mediterania, tidak seperti mengambil lebih dari dua pekan jika terjadi kemacetan lalu lintas atau gangguan di Terusan Suez.”

Lihat infografis: Arab Saudi Izinkan Umrah Saat Ramadhan, Ini Syaratnya

Minggu lalu, Duta Besar Iran untuk Moskow, Kazem Jalali, menyarankan mengaktifkan koridor utara-selatan yang melewati negaranya sebagai pengganti Terusan Suez.

Koridor perdagangan itu menghubungkan India ke Rusia melalui Iran.

(sya)