GAZA – Konvoi truk yang membawa bantuan kemanusiaan mulai melewati Gaza melalui penyeberangan Kerem Shalom, setelah dibuka kembali oleh Israel. Konvoi truk itu membawa obat-obatan, makanan dan bahan bakar yang sangat dibutuhkan penduduk Gaza.

Bantuan itu mulai masuk ke Gaza, beberapa hari setelah Israel dan Hamas sepakat untuk melakukan gencatan senjata, yang mengakhiri pertempuran selama 11 hari.

Dana Tanggap Darurat Pusat PBB mengatakan, telah mengeluarkan USD 18,5 juta untuk upaya kemanusiaan ke Gaza. Baca juga: Gedung Putih Dilaporkan Dapat Peringatan Dini Terkait Krisis Gaza

Sementara itu, tidak lama setelah pengumuman gencatan senjata, penduduk Gaza mulai keluar dari rumah-rumah mereka, memeriksa tetangga, memeriksa bangunan yang hancur, mengunjungi laut, dan menguburkan jenazah mereka.

Baca Juga:
  • Aksi Bela Palestina, Ribuan Orang Penuhi Jalanan Kota-kota di Prancis
  • Ratusan Jurnalis Terluka Selama Serangan Israel ke Palestina

Tim penyelamat di sana mengatakan, mereka bekerja dengan sumber daya yang sedikit untuk menjangkau korban yang masih terperangkap di bawah reruntuhan.

Nazmi Dahdouh yang berusia 70 tahun menuturkan, saat ini dia harus tinggal di dalam tenda setelah rumahnya hancur terkena roket Israel. Baca juga: Gandeng Pemuda Malaysia-Brunei, KNPI Serukan Pemuda Bersatu Dukung Palestina

“Kami tidak punya rumah lain. Saya akan tinggal di tenda di atas puing-puing rumah saya sampai dibangun kembali,” ucapnya, seperti dilansir Channel News Asia pada Senin (24/5/2021).

Terkait rekonstruksi Gaza, Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menuturkan bahwa Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken akan melakukan komunikasi dengan Palestina dan Israel mengenai hal ini.

“Blinken akan bertemu dengan rekan-rekan Israel, Palestina dan regional dalam beberapa hari mendatang untuk membahas upaya pemulihan, dan bekerja sama untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi Israel dan Palestina,” kata Kementerian Luar Negeri AS.

(esn)