Pandemi COVID-19 di Panti Jompo, Spanyol Gelar 200 Penyelidikan Kriminal

Pandemi COVID-19 di Panti Jompo, Spanyol Gelar 200 Penyelidikan Kriminal

MADRID – Jaksa penuntut umum di Spanyol melakukan investigasi kriminal terhadap lebih dari 200 kasus yang berpotensi melanggar penanganan pandemi virus Corona di panti jompo . Panti jompo menjadi tempat penyebaran yang hampir tidak terkendali selama gelombang pertama pandemi COVID-19 .

Menurut data resmi, hampir 43 ribu penghuni panti jompo meninggal karena COVID-19 atau dugaan infeksi selama gelombang pertama pandemi pada Maret-Mei 2020.

Pada saat itu, staf melaporkan kekurangan peralatan pelindung dasar dan unit militer yang dikerahkan untuk misi desinfeksi menemukan mayat tanpa pengawasan di beberapa fasilitas.

Baca Juga:
  • Waduh, Ledakan Kasus COVID-19 di DIY Tembus Rekor 456
  • Pengelola Wisata Tolak Tutup Selama PPKM, DPRD: Bisa Kena Pasal Penghasutan

Kantor kejaksaan Spanyol mengatakan hampir setengah dari penyelidikannya terkait dengan pembunuhan melalui pengabaian tugas perawatan, sementara itu sedang menyelidiki 21 kasus terkait kekurangan perawatan medis.

Dengan Spanyol melaporkan rekor jumlah infeksi hampir setiap hari, kantor kejaksaan memperingatkan bahwa risiko masih tetap ada di seluruh jaringan panti jompo, meskipun ada perbaikan yang dilakukan dalam beberapa bulan terakhir.

“Peningkatan penularan secara umum masih merupakan risiko bagi lingkungan perumahan,” kata Kejaksaan Spanyol dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Reuters, Jumat (22/1/2021).

Baca juga: Spanyol Mendata Warganya yang Menolak Vaksin Covid-19

Close