YEREVAN – Militer Rusia mendirikan dua fasilitas militer baru di selatan Armenia dekat perbatasan Azerbaijan sebagai “jaminan keamanan tambahan” setelah perang tahun lalu.

Langkah itu dilaporkan kantor berita Rusia, mengutip pernyataan Perdana Menteri (PM) Armenia Nikol Pashinyan.

Rusia adalah sekutu dekat Armenia, bekas republik Soviet yang miskin dengan penduduk kurang dari 3 juta orang. Moskow memiliki satu pangkalan militer di barat laut Armenia.

Baca juga: Gereja di Barcelona Jadi Lokasi Ibadah Umat Muslim Selama Ramadan

Azerbaijan dan pasukan etnis Armenia berperang selama enam pekan di Nagorno-Karabakh dan daerah sekitarnya tahun lalu sampai konflik itu dihentikan oleh kesepakatan yang ditengahi Rusia pada November.

Baca Juga:
  • Video Rudal Kalibr Rusia Meluncur Diluar Kendali Saat Uji Coba
  • Diduga Terlibat Dalam Ledakan Depot Senjata, Bulgaria Usir Diplomat Rusia
  • Benarkah Menuntut Ilmu Lebih Utama Daripada Amalan-amalan Sunnah?

Baca juga: Taiwan Dapat Bantu Membangun Sistem Kesehatan Global Yang Lebih Tangguh dan Inklusif

Perang itu menghasilkan keuntungan teritorial Azerbaijan dan memicu kehadiran pasukan penjaga perdamaian Rusia di zona konflik.

Baca juga: PBB Kecam Keras Penembakan Ulama Ternama saat Salat di Masjid Kongo

“Dua benteng dari pangkalan militer ke-102 Rusia didirikan di wilayah Syunik,” papar kantor berita Interfax mengutip ucapan Pashinyan dalam pidatonya di parlemen Armenia.

Wilayah itu terjepit di antara Azerbaijan, daerah Azerbaijan di Nakhchivan, dan Iran.

“Ini adalah jaminan keamanan tambahan tidak hanya untuk wilayah Syunik tetapi juga untuk Armenia,” papar perdana menteri Armenia tersebut.

Menteri Pertahanan Armenia mengatakan pada Februari bahwa Yerevan telah mengupayakan perluasan unit militer Rusia, yang berbasis di Gyumri di barat laut, dan penempatan beberapa pasukan Rusia lebih dekat ke Azerbaijan.

(sya)