Merasa Diintimidasi Rusia, NATO Akan Kirim Kapal Perang ke Laut Hitam

Merasa Diintimidasi Rusia, NATO Akan Kirim Kapal Perang ke Laut Hitam

BRUSSELS – Sebuah laporan NATO yang mengejutkan menuduh Rusia mengancam kepentingan Barat dari Samudra Atlantik hingga Kutub Utara. Laporan itu muncul saat Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO meminta anggotanya untuk meningkatkan kehadiran mereka di perbatasan.

Analisis itu menyatakan bahwa Moskow terlibat dalam kebijakan tegas dan tindakan agresif, yang telah berdampak negatif terhadap keamanan kawasan Euro-Atlantik.

“Dalam jangka panjang hingga 2030, Rusia kemungkinan akan tetap menjadi ancaman militer utama bagi Aliansi Atlantik Utara,” kata penulis laporan itu seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (3/12/2020).

Baca Juga:
  • Rusia Sukses Uji Rudal Hipersonik Zircon, Bisa Lenyapkan Kota AS dengan Nuklir
  • Kremlin Bantah Putin Punya Putri Ketiga yang Dirahasiakan

Laporan itu menambahkan bahwa Moskow sering memerintahkan operasi militer yang mengintimidasi di sekitar NATO.

Laporan tersebut muncul hanya dua hari setelah Sekjen NATO, Jens Stoltenberg, mengatakan pada konferensi pers bahwa anggotanya perlu lebih memperkuat kehadiran mereka di perbatasan Rusia di semenanjung Krimea dan Laut Hitam. Ia juga berbicara tentang perlunya meningkatkan kehadiran angkatan laut mereka di wilayah tersebut.

“Kami melihat Rusia melanggar dan merusak perjanjian,” kata Stoltenberg dalam pidatonya kepada para pemimpin negara anggota NATO pada hari Selasa lalu.(Baca juga:Kekuatan Militer China Bikin Sekjen NATO Ketar Ketir)

Moskow, bagaimanapun, telah menyatakan keprihatinan serupa setelah Amerika Serikat (AS) secara sepihak membatalkan sejumlah perjanjian internasional, termasuk pakta Open Skies era Perang Dingin yang memungkinkan transparansi atas pergerakan pasukan dan perangkat keras militer di benua itu.

Close