KIEV – Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa (UE) Josep Borrell mengatakan Rusia telah mengerahkan lebih dari 150.000 tentara di sepanjang perbatasan Ukraina dan semenanjung Krimea.

“Ini adalah penempatan militer Rusia tertinggi di perbatasan Ukraina,” ungkap Borrell kepada wartawan setelah pembicaraan yang melibatkan menteri luar negeri (menlu) Ukraina.

Dia menolak mengungkapkan sumber angka tersebut. “Risiko eskalasi lebih lanjut, itu jelas,” tutur dia memperingatkan situasi semakin genting.

Baca juga: Hadapi Rusia, Inggris Bela Ukraina dengan 2 Kapal Perang dan Jet Tempur F-35

Ketegangan meningkat akibat penumpukan pasukan Rusia di sekitar negara tetangganya di barat daya.

Baca Juga:
  • 18 Diplomatnya Diusir, Rusia Balas Usir 20 Diplomat Ceko
  • Ketegangan Meningkat, Ukraina Usir Diplomat Rusia
  • Wawasan Kebangsaan dalam Al-Quran (5): Adat Istiadat Bisa Jadi Pertimbangan Hukum

Baca juga: 18 Diplomatnya Diusir, Rusia Balas Usir 20 Diplomat Ceko

Meningkatnya konflik dengan separatis yang didukung Moskow telah memicu kekhawatiran kembali terjadinya pertempuran yang meluas di Ukraina.

Baca juga: AS pada Rusia: Ada Konsekuensi Serius Jika Navalny Meninggal di Penjara

Militer Moskow mengatakan sedang melakukan latihan di sepanjang perbatasannya sebagai tanggapan atas tindakan aliansi militer Barat NATO yang “mengancam Rusia”.

Menteri Pertahanan (Menhan) Rusia Sergei Shoigu pekan lalu mengatakan, “Dua unit angkatan darat dan tiga unit angkatan udara berhasil dikerahkan ke perbatasan barat Rusia dan latihan akan berakhir dalam dua pekan.”

Ukraina mendorong Barat memberi dukungan yang lebih praktis untuk mencegah agresi lebih lanjut oleh Moskow.

Menteri Luar Negeri Ukraina Kiev Dmytro Kuleba mendesak UE mempersiapkan “serangkaian sanksi sektoral baru” terhadap Rusia dalam pembicaraan dengan mitranya dari blok 27 negara pada Senin.

Tetapi Borrell mengatakan saat ini tidak ada sanksi lebih lanjut yang diusulkan atau sedang dipertimbangkan.