MANCHESTER – Berbagai cara dilakukan Marcus Rashford untuk memenuhi kebutuhan dasar anak-anak di Inggris. Salah satunya dengan membuka rumah baca gratis yang bekerja sama dengan perusahaan penerbitan Macmillan.

Kepedulian Rashford pada minat baca anak tak lepas dari masa lalunya yang tumbuh di tengah keluarga miskin. Dalam sebuah wawancara yang dimuat The Sun akhir tahun lalu, Rashford menyadari salah satu penyesalan terbesarnya adalah kurang membaca sejak usia dini.

Baca Juga: Dulu Miskin Bacaan, Marcus Rashford Kini Bikin Kedai Buku

Keluarga Rashford tidak mengutamakan buku sebagai kebutuhan mendasar, karena penghasilan orang tua hanya cukup untuk memenuhi urusan makan. Alhasil, Rashford kecil miskin bacaan karena tak membaca cukup banyak judul buku.

Tak ingin hal itu terjadi pada anak-anak lain, Rashford yang kini punya gaji besar dari Manchester United membuka rumah baca Macmillan Children’s Books. Belakangan, rumah baca tersebut mendonasikan 50.000 buku untuk anak-anak kurang mampu di Inggris.

Baca Juga:
  • Bungkam Soal Man United Bikin European Super League, Ini Alasan Solskjaer
  • Greenwood Samai Rekor Rooney, Man United Tekuk Burnley
  • Hari ke-7 Ramadhan, Jamaah Sholat Tarawih Mulai Menyusut

“Tujuan dari aksi ini untuk mendorong minat baca anak-anak kurang beruntung yang tak memiliki akses buku di rumah,” kata Rashford dikutip Independent, Senin (19/4/2021).

Sebanyak 50.000 buku akan disalurkan melalui Magic Breakfast— lembaga amal yang biasa bergerak membantu asupan makanan anak-anak di lebih dari 850 sekolah dasar di Inggris dan Skotlandia. Nantinya, buku-buku tersebut bisa dibawa pulang oleh anak-anak.

Menurut survei yang dilakukan National Literacy Trust pada 2019, di Inggris masih terdapat 383.775 anak yang tak memiliki satu pun buku bacaan di tempat tinggal mereka. Berangkat dari situ Rashford tergerak untuk membantu kebutuhan baca.

Rashford juga akan meluncurkan klub buku pada Juni 2021 yang bekerja sama dengan penulis muda Pooja Puri serta ilsutrator Allen Fatimaharan. Di klub itu, anak-anak tak cuma punya akses bacaan, tetapi juga wadah untuk berdiskusi dengan penulis.

(sha)