Manfaatkan Bakteri, Profesor ITS Kurangi Risiko Penggunaan Lahan Gambut
Neneng Zubaidah

Manfaatkan Bakteri, Profesor ITS Kurangi Risiko Penggunaan Lahan Gambut
Prof Dr Enny Zulaikha M P saat menyampaikan orasi ilmiahnya dalam pengukuhan sebagai Guru Besar ITS. Foto/ITS

JAKARTA – Kebutuhan hunian dan sarana transportasi yang semakin meningkat menjadikan penggunaan lahan gambut sebagai suatu pilihan yang tak dapat dihindari.

Hal tersebut rupanya juga menimbulkan peningkatan pencemaran logam berat. Untuk itu, Prof Dr Enny Zulaika M P, salah satu guru besar (gubes) ITS memberikan alternatif berupa pemanfaatan bakteri yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan di atas tanpa menimbulkan kerusakan lingkungan.

Baca juga: Sekolah Jalur Kedinasan: STIS, STAN dan IPDN Jadi Favorit

Enny menjelaskan bahwa tanah gambut pada dasarnya mempunyai angka pori dan kadar air yang sangat tinggi. Hal tersebut menyebabkan daya dukung tanah menjadi rendah dan kemampuan memampatnya sangat lama.

“Padahal, proses dekomposisi perlu dipercepat agar pemampatan dan penurunan kekuatan geser tanah tidak terjadi setelah konstruksi dioperasikan,” ungkap dosen Departemen Biologi tersebut.

Baca Juga:
  • Luar Biasa, ITS Peringkat Pertama Pengunggah Proposal PKM Terbanyak
  • ITS Tak Wajibkan Rapid Test, Ini Syarat Utama untuk UTBK SBMPTN
  • Kisah Sufi Wanita Rabi’ah Al-Adawiyah yang Mengagumkan, Majikannya Pun Kaget

Oleh karena itu, menurut Enny, alternatif yang dapat digunakan adalah dengan metode biologi ramah lingkungan, yakni melalui bioaugmentasi bakteri lignoselulolitik lokal gambut. Dengan metode tersebut, stabilisasi agregat gambut akan dapat dipercepat dan layak untuk dikonstruksi.

Baca juga: Singkirkan 20 Negara, Mahasiswa UNAIR Raih Emas di Kompetisi Internasional

“Setelah melewati uji biokimia, metabolisme, fisiologi, dan PCR gen 16S rRNA, bakteri gambut teridentifikasi sebagai Pseudomonas taiwanensis U3-MT373534 dan B. cereus U4-MT373535,” terang Enny yang menuangkan penelitiannya ini dalam orasi ilmiah pengukuhannya sebagai gubes ITS pada 31 Maret lalu.

Enny menambahkan, bakteri gambut umumnya bersifat lignoselulolitik dan dapat mendegradasi lignin dan selulosa secara enzimatik. Proses dekomposisi serat gambut oleh bakteri dapat dibuktikan dari perubahan struktur gugus kimia fungsionalnya yang menjadi lebih sederhana dengan menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR).

Bakteri gambut tersebut, lanjutnya, mampu mendekomposisi serat gambut lebih dari 80 persen. Bakteri yang disebut-sebut sebagai bakteri unggul itu juga dapat dilepas kembali ke lahan gambut agar dapat berkembang biak.

Baca juga: Tertarik Ingin Masuk STAN, Ini Info Lengkapnya

“Hal tersebut dilakukan agar ketika gambut yang berfungsi sebagai sumber nutrisi sudah habis, bakteri dapat beralih ke gambut di sekitarnya untuk mencukupi nutrisi,” paparnya.

Di samping itu, untuk kasus logam berat, Merkuri (Hg) adalah salah satu penyumbang pencemaran terbesar lingkungan yang belum diketahui fungsi biologisnya secara jelas. Meski Menteri Kesehatan RI telah mensyaratkan konsentrasi merkuri yang diperbolehkan sebesar 0,001 ppm, namun teknik pengurangan logam berat harus segera diupayakan.

halaman ke-1
  • 1
  • 2
show all
preload video
Berita Terkait
  • its
  • guru besar
  • dosen its
  • lahan gambut
  • bakteri
  • 3 Mahasiswa ITS Rancang Tongkang Bertangki Coselle untuk Distribusi Gas Bumi
  • Tim Spektronics ITS Pertahankan Juara Chem-E-Car Internasional
  • Tingkatkan Efisiensi Listrik, ITS Kombinasikan EBT untuk Daerah Terpencil
  • Selama Puasa, Pakar IPB Ini Bagikan Tips Menjaga Keseimbangan Air dalam Tubuh
  • Ini Wisudawan Terbaik ITS, Kuliah 3,5 Tahun Raih IPK 3,93
  • Berbasis IoT, Mahasiswa ITS Gagas Eco Aerator untuk Bantu Petani Tambak
  • Luar Biasa, ITS Peringkat Pertama Pengunggah Proposal PKM Terbanyak
  • ITS Tak Wajibkan Rapid Test, Ini Syarat Utama untuk UTBK SBMPTN
  • Bantu Keselamatan, ITS Teliti Simulasi Dinamika Kapal untuk Hindari Kecelakaan
  • Pengacara Prof M: Razman Minta Rp2 Miliar atau Kasus Era Setyowati Dipublikasikan
TULIS KOMENTAR ANDA!

Berita Rekomendasi
  • Jozeph Paul Zhang Jadi Buronan Polisi, Gus Miftah: Katanya Nabi, Kok Main Petak Umpet?
  • Empat Poros Partai Politik Diprediksi Ramaikan Pilpres 2024
  • Patut Dicontoh, 5 Gaya Hidup Rasulullah SAW yang Bikin Sehat
  • Update Terbaru Aturan Larang Operasional Transportasi Saat Mudik Lebaran
  • Wabup Blitar Diusir dari Pendopo, Massa Pemuda Pancasila Pasang Badan
  • Billy Syahputra Akui Berpisah dari Amanda Manopo dengan Cara Tak Baik
  • Ibunya Jadi Korban Gusuran Tol Semarang-Demak, Guru Besar UT Jakarta Tulis Surat Keberatan