JAKARTA – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) meminta unjuk rasa buruh dan elemen mahasiswa saat peringatan Hari Buruh atau May Day tidak dilarang.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, aksi ini melibatkan 50.000 buruh, yang tersebar di 24 provinsi, 200 kabupaten/kota dan di 3.000 pabrik. “Untuk di tingkat nasional, aksi akan dipusatkan di Istana dan Gedung Mahkamah Konsultasi. Tentu kita akan mengikuti arahan aparat keamanan dan Satgas Covid-19 untuk mengikuti standar kesehatan pencegahan Covid. Peserta aksi akan melakukan rapid antigen, memakai masker, hand sanitizer, dan menjaga jarak,” kata Said Iqbal di Jakarta, Jumat (30/4/2021).

Sedangkan di daerah, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polres dan Satgas Covid-19 di daerah setempat. Said Iqbal meminta agar tidak ada larangan terhadap massa buruh yang hendak melakukan aksi May Day. Baca juga: Peringati May Day, 50.000 Buruh Gelar Unjuk Rasa di Istana Negara Besok

Adapun tuntutan yang akan disuarakan kaum buruh dalam May Day ada dua. Pertama, cabut atau batalkan omnibus law UU Cipta Kerja. Di mana buruh meminta Hakim Mahkamah Konstitusi memenangkan uji formil dan uji materiil yang diajukan buruh. Isu kedua, berlakukan UMSK 2021.

Baca Juga:
  • Mayday 2021: Kesejahteraan Buruh di Tengah Pandemi
  • Tak Ada Aksi Besar-besaran, Buruh Akan Lakukan Ini pada 1 Mei
  • Peringati Nuzulul Qur’an, Musholla Al Garuda dan Komunitas Garuda Bikers Santuni Yatim dan Dhuafa
(cip)