SORONG – Aksi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM), semakin brutal dan mematikan. Bahkan, korban warga sipil terus berjatuhan di Kabupaten Puncak, Papua, akibat ulah teroris yang akrab disebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) .

Baca juga: Teroris TPNPB-OPM Kian Brutal, Pasukan Pemukul TNI-Polri Kepung Bandara Aminggaru

Negara tak ingin kalah dengan aksi brutal KKB . Pengerahan pasukan TNI-Polri, dilakukan di wilayah rawan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Salah satunya, dengan mengerahkan dua kompi Yonif Raider Khusus 762/Vira Yudha Sakti Kodam XVIII/Kasuari.

Baca Juga:
  • Hilang dari Areal PT Freeport, Anggota Brimob Sumbar Ditangkap saat Mau Naik Pesawat ke Jakarta
  • KKB Semakin Brutal usai Bunuh Warga Pendatang, Kepala Desa dan Keluarganya Ditembak Mati

Para prajurit tersebut, dikerahkan ke wilayah rawan. Mereka tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pamrahwan) untuk memberantas para teroris KKB . “Kalian tidak boleh kalah dengan mereka. Tetap waspada dan jangan lengah,” tegas Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa.

Baca juga: Tangis Pecah di Baubau, Ibu Cantik Karyawan Bank BUMN Meninggal Usai Suntik Vaksin COVID-19

“Sehebat apapun pasukan , apabila lengah maka ‘selesai’, kalah, hancur, habis. Lindungi, jaga, dan selamatkan rakyat, khususnya masyarakat di Provinsi Papua Barat, yang jauh dan terpencil,” imbuh jenderal TNI bintang dua ini.

Nyoman Cantiasa memeriksa langsung kesiapan operasi dua kompi Satgas Pamrahwan Yonif Raider Khusus 762/Vira Yudha Sakti Kodam XVIII/Kasuari, dalam suatu upacara yang berlangsung di lapangan upacara Yonif Raider Khusus 762/Vira Yudha Sakti, Kilometer 10 Sorong, Papua Barat.

KKB Tembak Mati Warga Sipil, 2 Kompi Yonif Raider Khusus 762 Dikerahkan ke Daerah Rawan

” Daerah rawan termasuk di Papua Barat, merupakan wilayah NKRI yang memiliki nilai strategis bagi kedaulatan negara dan berpengaruh terhadap aspek pertahanan negara, serta menjadi taruhan bagi harga diri bangsa sehingga perlu dijaga dan diamankan dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Dia mengingatkan kepada para prajurit, bahwa permasalahan yang terjadi di daerah operasi sangat kompleks. Seperti masih terdapatnya kesenjangan, berupa rendahnya aksesibilitas, terbatasnya sarana dan prasarana, masih rendahnya keterampilan yang dimiliki, dan minimnya pendapatan, sehingga berdampak pada aspek kehidupan penduduk setempat, seperti kesehatan, pendidikan, dan perumahan.

Baca juga: Residivis Kasus Curanmor Tersungkur Diterjang Timah Panas Tim Elang

Selain itu, daerah rawan juga berpotensi menjadi tempat lintas pelaku kejahatan hingga separatisme. Sehubungan dengan itu, pengamanan daerah rawan yang harus diemban oleh prajurit Yonif Raider Khusus 762/Vira Yudha Sakti adalah sebuah tugas dan tanggung jawab yang besar dan berat. Untuk itu, dalam pelaksanaan tugas nantinya, para prajurit tidak boleh main-main. Kepercayaan yang telah diberikan harus dipertanggungjawabkan.

Di akhir acara pemeriksaan kesiapan operasi ini, Nyoman Cantiasa memberikan bantuan tali ‘Fast Rope’, ribuan masker kesehatan, serta 50 buah buku saku tentang ‘Pedoman Tata Cara Melaksanakan Pertempuran Sesuai dengan Hukum Humaniter Internasional’, dan 50 ‘Buku Pedoman Penerapan HAM’ dari Babinkum TNI untuk dipelajari, dipahami, dan dipedomani dalam pelaksanaan tugas para prajurit Satgas Pamrahwan Yonif Raider Khusus 762/Vira Yudha Sakti, Kodam XVIII/Kasuari.

(eyt)