JAKARTA – Periode menstruasi memang terasa tidak nyaman bagi wanita. Namun, buat sebagian wanita, periode menstruasi bukan cuma terasa tak nyaman, tapi juga sangat menyiksa karena rasa nyeri dahsyatnya. Apa penyebabnya dan bagaimana penanganannya?

Nyeri haid adalah nyeri atau kram di area perut yang dialami pada saat menjelang atau selama haid. Sebagian besar nyeri haid disebabkan oleh otot-otot rahim yang berkontraksi. Nyeri haid dikatakan tidak normal apabila nyeri haid bertambah berat kemudian menyebabkan seorang wanita tidak dapat beraktivitas normal, atau nyeri tidak membaik bahkan setelah seorang wanita mengonsumsi obat antinyeri.

Baca Juga: Kedekatan Emosional Ibu dan Anak, Ini Bisa Membuat Percaya Diri Saat Dewasa

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Fertilitas, Endokrinologi, dan Reproduksi RS Pondok Indah IVF Centre dr. Moh. Luky Satria Syahbana Marwali, Sp.OG-KFER mengatakan, nyeri haid yang tidak normal ini sering disebabkan oleh endometriosis. Endometriosis adalah jaringan yang membentuk lapisan dalam rahim juga tumbuh di luar rahim.

“Kondisi ini dapat tumbuh pada organ lain di dalam panggul atau perut, dan bisa menyebabkan perdarahan, infeksi, dan nyeri panggul. Nyeri endometriosis dapat berupa rasa sakit, kram, perasaan terbakar, yang dirasakan cukup ringan atau bahkan sangat parah hingga menurunkan kualitas hidup,” ucap dr Luky pada Selasa (27/4).

Baca Juga:
  • Wasir Bukan Aib, tapi Penyakit yang Harus Disembuhkan
  • Bisakah Hamil saat Sedang Menstruasi? Cek Faktanya Ini!
  • Waktu Itu!

Menurutnya, banyak wanita menganggap remeh nyeri haid ini. Hal itulah yang kemudian menyebabkan penanganan terhadap endometriosis menjadi lebih rumit. “Padahal kalau sudah dideteksi dan ditangani sejak awal, endometriosis yang masih kecil dan belum menyebar ke organ lain, tentu dapat ditangani lebih mudah,” terangnya.

Selain rasa nyeri hebat ketika menstruasi, wanita dengan endometriosis kerap merasakan rasa nyeri saat berhubungan seksual. Meskipun tidak umum, beberapa wanita mungkin mengalami nyeri pula saat buang air kecil, buang air besar, diare, mual, muntah, dan perut kembung.

“Tak dapat dipungkiri, endometriosis dapat menjadi penyebab gangguan kesuburan. Kelainan anatomi dan perlekatan yang disebabkan karena endometriosis terutama pada kasus sedang hingga berat, mengurangi peluang terjadinya kehamilan alami,” ucap dr Luky.

Dokter Luky menambahkan, endometriosis memang tidak dapat disembuhkan secara menyeluruh, hanya dapat ditangani sesuai tahapannya. Penanganan endometriosis bisa dilakukan dengan mengonsumsi obat pereda nyeri, obat hormonal, penyesuaian gaya hidup, ataupun tindakan pembedahan pada kasus yang sudah berat.

Baca Juga: Alat Rapid Test Ditetesi Air Keran Hasilnya Positif COVID-19, Ini Faktanya

Penyesuain gaya hidup dapat dimulai dari pemilihan asupan makanan yang tepat. Ada beberapa makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderita endometriosis seperti makanan olahan, produk olahan dari sapi (dairy product), serta makanan yang mengandung gluten dan kedelai. Penderita endometriosis juga disarankan menghentikan kebiasaan merokok dan minum alkohol, serta mengurangi asupan kafein.

“Wanita dengan endometriosis disarankan memperbanyak konsumsi makanan berserat seperti buah-buahan dan sayur, konsumsi makanan yang kaya omega 3 seperti ikan kembung, ikan salmon, serta makanan yang mengandung magnesium tinggi seperti alpukat, pisang, dan sayuran hijau,” pungkas dr Luky.

(tsa)