Kemenpora Gelar Finalisasi Grand Design Keolahragaan Nasional

Kemenpora Gelar Finalisasi Grand Design Keolahragaan Nasional

SURABAYA – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) membuat grand design atau cetak biru pembinaan olahraga Tanah Air. Manuver tersebut diambil untuk meningaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo saat Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2020.

Bertempat di Surabaya,Sabtu (9/1/20210) malam, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menekankan bahwa pembinaan olahraga menjadi hal wajib untuk mengasilkan atlet berprestasi. Menurutnya, atlet-atlet berprestasi tak bisa dihasilkan secara instan.

(Ikuti Survei SINDOnews: Mencari Calon Presiden 2024 )

Selama 75 tahun Indonesia merdeka, kata Zainudin, pembinaan atlet belum berjalan di bawah grand design keolahragaan nasional. Dengan finalisasi cetak biru ini, Zainudin berharap ke depan Indonesia punya panduan untuk kebijakan pembangunan olahraga dari tingkat pusat sampai tingkat pemerintahan yang paling bawah.

Baca Juga:
  • Sambut Piala Dunia U-20, Kemenpora-PSSI Gelar Kompetisi Juggling
  • Eksistensi Asep Azis pada Sport Physiotherapist

“Dengan demikian apa yang kita impikan supaya Indonesia juga dikenal dalam prestasi yang membanggakan, itu segera terwujud tentu dengan tahapan-tahapannya.” kata Zainudin Amali.

Grand design keolahragaan nasional yang disebut Zainudin memiliki sasaran jangka menengah dan jangka panjang mulai tahun 2020 hingga tahun 2045. Salah satunya dengan revitalisasi di berbagai jenjang pembinaan dengan dukungan sport science agar pembinaan bisa lebih terukur.

Kemenpora juga menggandeng Komisi X DPR RI untuk membahas revisi Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional. Menurutnya, Undang-Undang Keolahragaan Nasional belum tegas. (Baca Juga: Jokowi Minta Semua Pihak Merancang Ulang Pembinaan Atlet )

“Sekarang ini ada perintah di salah satu pasal di Undang-Undang sekarang ini tentang kewajiban bagi Pemerintah Daerah membina minimum satu cabang (olahraga) unggulan. Tetapi itu tidak jalan karena apa? Karena cuma nyuruh. Kami (Kemenpora lewat Grand Design, red) mencoba untuk kalau boleh ada sanksinya,” kata Zainudin Amali.

Finalisasi Grand Design Keolahragaan ini di Surabaya, Jawa Timur, selama, 9-11 Januari 2021. Kemenpora bekerja sama dengan rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Nurhasan.

Tim Penggodok Materi Awal Tim Grand Design

Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga, Raden Isnanta
Deputi Bidang Prestasi Keolahragaan, M Nigara
Asisten Deputi Bidang Olahraga Prestasi, Surono
Sesdep Deputi IV Kemenpora, Marheni
Asdep Ipor, Sri Wahyuni
Asdep Olahraga Rekreasi, Mefrizon
Tenaga Ahli Menteri Bidang Olahraga Brigjen Pol Uden Kusuma Wijaya (Asprov PSSI DKI Jakarta)
Tenaga Ahli Menteri, Profesor Paiman Rahardjo,
Asdep Ari Mulyadi, Olahraga Pendidikan
Ibu Farida, Tenaga Ahli Menteri
(sha)

Close