Kata Menpora, Sport Tourism Solusi Pemulihan Ekonomi

JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga ( Menpora ) Zainudin Amali meyakini sport tourism bisa menjadi solusi pemulihan ekonomi setelah terdampak pandemi COVID-19. Karena itu, ia berharap aktivitas kegiatan olahraga wisata bisa menjadi momentum untuk memulihkan perekonomian di Indonesia.

“Kita sangat berharap terhadap aktivitas kegiatan olahraga wisata atau sport tourism ini karena setelah pendemi setahun lebih mendera negeri ini ekonomi juga ikut terpukul dan bahkan terpuruk kalau boleh saya sampaikan. Nah dengan adanya kebangkitan yang kita dorong salah satunya dari pariwisata tentu kami dari Kemenpora mengaitkannya dengan sport tourism,” harap Menpora Amali dikutip dari laman resmi Kemenpora, Selasa (6/4/2021).

BACA JUGA: Selain Passionnya di Bulu Tangkis, Ini Fakta Unik Tentang Kevin Sanjaya yang Jarang Orang Tahu

Saat ini pengembangan sport tourism di destinasi-destinasi pariwisata nasional tengah dijalankan Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno. Dia memprediksi, sport tourism bakal menjadi primadona bagi wisatwan seusai pandemi.

Baca Juga:
  • Piala Menpora 2021: Persija Jakarta Pesta Gol ke Gawang Borneo FC
  • Piala Menpora 2021: Gol PSM Makassar Pupus Kemenangan Bhayangkara Solo FC
  • Pemerintah Enggan Campuri Gugatan KOI-PBSI ke Arbitrase Internasional

Dalam proses pengembangannya, Sandiaga ingin pariwisata berbasis olahraga bersifat inklusif atau bisa dinikmati semua kalangan. Hal ini mendapat respon dari Bupati Minahasa Utara, Joune J. E. Ganda.

BACA JUGA: Keren! Begini Penampakan Jersey Kandang Timnas Futsal Indonesia Teranyar

Dalam pertemuannya dengan Menpora, Joune J. E. Ganda berharap pemerintah mendukung Kemenpora dalam pengembangan sport tourism yang ada di destinasi super prioritas di Likupang, Minahasa Utara.

“Kami berharap mendapat dukungan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga dalam hal sport tourism. Dengan harapan agar Likupang sebagai DSP (daerah super prioritas) yang sudah ditetapkan oleh pemerintah bisa makin dikenal lagi oleh dunia internasional dan masyarakat yang ada di Indonesia,” sahut Joune J. E. Ganda.

(mirz)

Close