JAKARTA Kasus penganiayaan Kepala Kantor Imigrasi Kabupaten Banggai berinisial WA terhadap pegawai Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Tembang Putera, berakhir damai.

Setelah sempat melaporkan WA ke Polda Metro Jaya atas penganiayaan yang dialami, Tembang akhirnya secara resmi mencabut laporannya itu ke Polda Metro Jaya bernomor LP/1865/IV/YAN.2.5/2021/SPKT PMJ pada Jumat (16/4/2021).

Kuasa hukum Tembang, Dharma Hutapea menyebut, penganiayaan terjadi akibat salah paham antara korban dengan terlapor. Setelah dilakukan mediasi, keduanya pun sepakat untuk saling berdamai.

Baca juga: Diduga Lakukan Penganiayaan, Kakanim Banggai Dilaporkan ke Polisi

“Korban dan terlapor sudah saling sepakat untuk menyelesaikan secara baik-baik dan kekeluargaan. Hari ini korban telah resmi mencabut laporannya di Polda Metro Jaya secara resmi,” kata Dharma kepada SINDOnews di Cipondoh, Jumat (16/4/2021).

Dengan perdamaian ini, maka kedua belah pihak sudah saling memaafkan dan tidak menuntut dikemudian hari. Sehingga diharapkan, peristiwa itu tidak terulang kembali di masa yang akan datang.

Baca Juga:
  • Politikus PDIP Minta Penganiaya Perawat di Palembang Diproses Hukum
  • Pukul Kepala Karyawan dengan Airgun hingga Bocor, Pemilik Rumah Makan Ditangkap
  • Ceramah Tarawih di Istiqlal, Mahfud: Puasa Mengajarkan Mati Sebelum Mati

Diberitakan sebelumnya, Pegawai Kantor Imigrasi Bandara Soetta Tangerang, Banten, Tembang Putra Prabu dianiaya Kepala Kantor Imigrasi Kabupaten Banggai WA di sebuah cafe di bilangan Jakarta Selatan pada Selasa (9/4/2021) malam.

Baca juga: Ayah Keji Ini Culik dan Siksa Anaknya, Video Penganiayaan Dikirim ke Mantan Istri

Dalam peristiwa itu, Tembang dipukuli, ditendang, dan dicekoki miras hingga mabuk. Bahkan, korban diludahi. Peristiwa ini diduga dipicu laporan teman dekat WA yang tidak suka dengan sikap Tembang.

(abd)