Kapal Perang AS dan China Berkeliaran di Area yang Sama Dekat Taiwan

TAIPEI – Sebuah kapal perang China terlihat berkeliaran di dekat kapal perang Amerika Serikat (AS) di lepas pantai tenggara Taiwan pada Kamis lalu.

Armada ke-7 Angkatan Laut AS pada hari Rabu (10/3/2021) mengumumkan bahwa kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke; USS John Finn, telah melakukan transit rutin Selat Taiwan pada hari itu sesuai dengan hukum internasional.

Baca juga: Kapal Perang AS Lintasi Selat Taiwan setelah Peringatkan Invasi China

Pada Kamis (11/3/2021) pagi, Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan (MND), mengonfirmasi bahwa kapal perusak AS itu telah berlayar melalui Selat Taiwan dari utara ke selatan.

Baca Juga:
  • Lestarikan Manusia, Ilmuwan Ingin Kirim 6,7 Juta Sperma dan Sel Telur ke Bulan
  • Biden Targetkan 4 Juli sebagai Hari Kemerdekaan dari Covid-19
  • Hilang Sejak 2019, Gadis AS Kirim Pesan Rahasia Minta Bantuan

Setelah melewati Selat Taiwan, pada Kamis USS John Finn terdeteksi menuju ke timur melalui Selat Bashi. Menurut sumber militer Taiwan yang berbicara kepada CNA, pada siang harinya kapal itu terlihat berada 40 mil tenggara Pulau Anggrek (Orchid Island), dan pada saat yang sama, kapal perusak Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLAN) China Type 052C; Jinan, muncul di dekatnya.

Sumber militer itu tidak yakin mengapa kapal perang AS dan China muncul di area yang sama secara bersamaan. Meskipun latihan artileri diadakan di daerah tersebut oleh National Chung-Shan Institute of Science and Technology, sumber itu tidak percaya pergerakan kapal asing terkait dengan latihan tersebut.

Baca juga: Militer Swedia: Rusia Lebih Siap Dibandingkan NATO untuk Perang Skala Besar

Kedua kapal dilaporkan terus berlayar ke timur pada malam itu sebelum menghilang dari sensor pengawasan militer Taiwan pada pukul 20.00 malam.

Ketika ditanya oleh Taiwan News, Jumat (12/3/2021), apakah mereka dapat mengonfirmasi keberadaan kapal perang tersebut, MND mengatakan tidak akan mengomentari insiden tersebut selain mengatakan bahwa pihaknya telah menggunakan intelijen, pengawasan, dan pengintaian gabungan untuk memantau pergerakan di laut dan di udara sekitar negara dan situasinya normal.

(min)

Close