SURABAYA – Tahun lalu, di tengah keterpurukan pandemi COVID-19 ada harapan muncul dengan rencana pembuatan vaksin dalam negeri yang diberi nama vaksin Merah Putih . Langkah kolaborasi pun dilakukan untuk mempercepat berbagai uji. Jalan terjal itu pun dilakukan sampai saat ini.

Rektor Universitas Airlangga Prof. Dr. Moh Nasih menjelaskan panjangnya jalan yang ditempuh di tengah masa sulit pandemi serta kontribusi yang diberikan oleh para peneliti. Ada upaya pengobatan serta pencegahan yang dilakukan. Baca juga: Mulai Ada Titik Terang, Vaksin Merah Putih Digunakan Tahun Depan

Kerja sosial itu diawali ketika Universitas Airlangga terlibat dari proses testing sampai penanganan jenazah COVID-19. “Sebelum yang lain mengulas tentang reagen, kami lebih awal melakukan proses tes dengan metode swab PCR,” kata Nasih, Selasa (20/4/2021).

Ia melanjutkan, tahapan selanjutnya di tengah memburuknya pandemi juga muncul temuan kombinasi obat yang digunakan banyak pihak dalam mengobadi pasien yang positif COVID-19. Setelah itu, program jangka panjang juga dioptimalkan. Salah satunya program pengadaan vaksin yang diberi nama Merah Putih. “Tim peneliti Unair tidak berdiri sendiri. Banyak pihak yang terlibat seperti Kemenristek BRIN,” ungkapnya.

Program ini, katanya, memiliki arti vaksin bagian dan komitmen program jangka panjang Universitas Airlangga dalam penanganan COVID-19 ini. Proses yang dilalui pun panjang, jalan berliku, dan beberapa kali harus berganti metode.

Baca Juga:
  • Ramai Soal Vaksin Nusantara, Ini Kata Legislator Soal Vaksin Impor
  • Begini Reaksi Pelaku UMKM dan Karyawan di Emporium Pluit Mall Disuntik Vaksin
  • Kisah Sufi Wanita Rabi’ah Al-Adawiyah yang Mengagumkan, Majikannya Pun Kaget

Namun, katanya, Universitas Airlangga tidak akan terlalu jauh ikut dalam proses produksi massal vaksin. Sebab, Posisi Universitas Airlangga hanya berada dalam proses penyiapan dan semua dilakukan dengan benar dan mendapatkan rekomendasi dari BPOM. Baca juga:Datang ke ITB, Kepala BPOM Dukung Pengembangan Vaksin Merah Putih

Perihal kapan waktu vaksin bisa digunakan, pihaknya memprediksi sekitar 10 hingga 11 bulan lagi. Mengingat tahap praklinis bukanlah tahap yang sederhana dan sebentar. Jadi proses ini masih panjang agar efektivitas vaksin bisa benar-benar maksmal. “Mohon doanya semoga bisa lancar dan segera bisa dipakai Vaksin Merah Putih,” kata Nasih.

(don)