Iran Tembakkan Rudal Jelajah yang Diawasi Kapal Selam Nuklir AS

Iran Tembakkan Rudal Jelajah yang Diawasi Kapal Selam Nuklir AS

DUBAI Iran menembakkan rudal jelajah pada Kamis (14/1/2021) sebagai bagian dari latihan Angkatan Laut di Teluk Oman. Manuver Teheran ini berada di bawah pengawasan kapal selam bertenaga nuklir Amerika Serikat (AS) yang dikirim ke Teluk Persia di tengah ketegangan yang memanas antara kedua negara.

Rekaman yang diambil dari helikopter yang dirilis oleh Angkatan Laut Iran menunjukkan kapal selam berpeluru kendali kelas Ohio, USS Georgia. Menurut Angkatan Laut AS bulan lalu, kapal selam bertenaga nuklir itu telah dikirim ke Teluk Persia yang bertujuan untuk menggarisbawahi kekuatan militer Amerika di kawasan tersebut.

Baca juga: Arab Saudi Sebut Iran Sebarkan Kekacauan di Timur Tengah

Angkatan Laut Iran tidak mengidentifikasi kapal selam itu, tetapi memperingatkan kapal tersebut untuk menghindari wilayah itu, tempat rudal diluncurkan dari unit darat dan kapal di teluk dan bagian utara Samudra Hindia.

Baca Juga:
  • Hasil Kerja Paksa, AS Larang Produk Kapas dan Tomat dari China
  • Israel Serang Suriah Setelah Pompeo Bertemu Bos Mossad

Saat dimintai komentar atas penampakan kapal selam AS yang diperlihatkan Iran, juru bicara Armada ke-5 Angkatan Laut AS yang berbasis di Bahrain, Rebecca Rebarich, menjawab; “Kami tidak berbicara tentang operasi kapal selam.”

Pada Kamis malam, media milik pemerintah Iran mengklaim bahwa kapal asing telah bermaksud mendekati latihan Angkatan Laut dan segera bergegas setelah mendapat peringatan Angkatan Laut Iran.

Latihan militer dua hari dimulai pada Rabu dengan peluncuran kapal terbesar di Angkatan Laut Iran. Ini merupakan manuver terbaru dari serangkaian latihan militer Iran selama hari-hari terakhir Presiden AS Donald Trump berkuasa.

Selama akhir pekan lalu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengadakan parade Angkatan Laut di Teluk Persia tak lama setelah menyita sebuah kapal tanker Korea Selatan di Selat Hormuz. Pada pekan lalu, Iran mengerahkan pesawat tak berawak untuk melakukan manuver drone skala besar di separuh wilayah negara tersebut.

Close